11 Ribu Porsi Lontong Sayur Berhasil Torehkan Nama Berau di Rekor MURI Indonesia

 

TANJUNG REDEB – Puncak perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di Jalan Ahmad Yani Tanjung Redeb, Sabtu (11/02/2017) berhasil menyedot animo masyarakat cukup tinggi bahkan dari wilayah kecamatan. Kedatangan masyarakat selain untuk menyaksikan pagelaran seni budaya suku Tionghoa, juga untuk mengikuti pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) makan lontong yang diselenggarakan pihak panitia.

Lukman, salah satu warga dari Kecamatan Segah mengaku sengaja hadir hanya untuk mengikuti acara makan lontong yang disediakan. Dengan jumlah mencapai 11 ribu mangkok dalam satu jam, Berau memecahkan rekor pertama di Indonesia menyantap lontong sayur terbanyak sepanjang sejarah.

“Saya datang bertiga sama teman, ke sini karena memang saya dengar ada makan lontong. Apalagi katanya memecahkan rekor MURI ini untuk yang pertama kali. Jadi kita ingin berpartisipasi dan meramaikan,” ungkapnya usai menyantap lontong.

BACA JUGA : Gelaran Acara Cap Go Meh 2017 Berlangsung Meriah

Disampaikan Ketua Panitia kegiatan tersebut, Vaitins Tobias, rekor tersebut resmi terpecahkan dengan total 11 ribu porsi. Jumlah tersebut merupakan syarat verifikasi dari pihak MURI. Selain itu, pemecahan rekor ini sejatinya mengusung makna kebersamaan, karena dengan makan lontog bersama, umat Tionghoa ingin menyatukan kebersamaan antar umat beragama dan suku di wilayah Berau. Terlebih saat ini di sejumlah wilayah isu sara cukup tinggi hingga mengancam keutuhan Indonesia.

“Sebetulnya dengan 10 ribu mangkok lontong kami sudah memecahkan rekor. Tapi kita paskan menjadi 11 ribu sesuai dengan tanggal pelaksanaan, dan kami bersyukur akhirnya ini masuk Museum Rekor Indonesia. Selain itu, dengan momen ini, kita ingin menyampaikan pesan kalau kebersaman itu indah tanpa ada permusuhan antar umat,” ujar pria yang akrab disapa Ating itu.

Ke depan, perayaan akan kembali digelar dengan lebih meriah. Jika saat ini mampu menyediakan lontong gratis, ia ingin di tahun mendatang ada hal lain lagi yang akan ditonjolkan, sehingga mampu menarik wisatawan sesuai dengan impian Bupati dan Wakil Bupati Berau.

“Kita akan garap lagi kegiatan ini jauh lebih meriah. Kalau bisa tiap tahun kita buat rekor baru,“ tandasnya.

Pemecahan rekor tersebut juga menjadi daya tarik pengunjung ke acara tersebut. Sebab seluruh masyarakat diperbolehkan untuk menghadiri acara perayaan pasca tahun baru imlek tersebut.

"Jauh hari kami sudah informasikan kepada masyarakat terkait kegiatan ini. Bersyukur, yang hadir lebih dari perkiraan kami. Bahkan lontong yang disiapkan di 25 stan juga habis tidak bersisa sama sekali, disantap semuanya pada acara tersebut," katanya.

Melalui pemecahan rekor tersebut, pihaknya juga berharap ajang tersebut setidaknya berhasil memberikan hiburan dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait asal muasal lontong dari kebudayaan Cina yang kemudian dijadikan makanan tradisional Indonesia.

"Semoga setelah dipecahkannya rekor menyantap lontong terbanyak di Indonesia ini, kita semua lebih mengenal dan mau menggali masing-masing asal muasal makan tradisional kita," katanya.

Sedangkan dari pihak MURI juga sudah memberikan penjelasan terkait pecahnya rekor makan lontong se-Indonesia, dengan jumlah yang juga cukup fantastis.

"Semalam Berau berhasil menambah deretan pemecah rekor MURI Indonesia sebagai daerah yang menyantap lontong terbanyak," tandasnya.(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie & Marta/Editor: R. Amelia