Lontong Cap Go Meh Dipastikan Halal 100 Persen

 

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan jika lontong sayur yang akan dihidangkan dalam rangka pemecahan rekor MURI makan lontong Cap Go meh gratis dipastikan halal 100 persen.

“Ini kan rangkaian acaranya digabung dengan Cap Go Meh. Ada yang berpikir kalau makanan yang dihidangkan tidak halal dari segi penyajian dan lauk pauknya, tapi di sini ingin kami tekankan kalau makanan ini 100 persen halal, karena yang masak juga umat muslim,” tegas Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau Matdiatul Idalisah saat dikonfirmasi beraunews.com, Kamis (09/02/2017).

Dengan demikian, masyarakat yang ingin mengikuti acara pemecahan rekor MURI 11 ribu mangkok lontong sayur pada 11 Februrai 2017 nanti tak perlu khawatir dengan makanan yang disediakan.

“Semua makanan gratis, nanti juga kita libatkan organissi kepemudan untuk menjaga setiap stand agar pengunjung yang datang mengikuti pemecahan rekor ini bisa tertib. Tapi perlu diingat ini hanya boleh dimakan di tempat, tidak boleh dibawa pulang,” imbuhnya.

Selain akan melaksanakan pemecahan rekor makan lontong gratis, sejumlah kegiatan lain juga akan dilakukan, termasuk penerbangan lampion.

“Nanti juga peserta akan diajak menerbangkan lampion, jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 1.000 menjadi 5.000 lampion,” tutupnya.

Menurut keyakinan umat Tionghoa, Cap Go Meh sendiri merupakan rangkaian terakhir perayaan Tahun Baru Imlek. Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Hokkian yang jika diartikan secara harfiah bermakna 15 hari atau malam setelah Tahun Baru Imlek. Perayaan Cap Go Meh dilakukan untuk memberi penghormatan terhadap Dewa Thai Yi, dewa tertinggi di langit pada zaman Dinasti Han (206 SM- 221 M).(bnc)

Wartawan: M.S. Zuhrie/Editor: R. Amelia