Pesta Manutung Jukut di Talisayan, Rencananya Pecahkan Rekor Muri

 

TALISAYAN – Masyarakat Kampung Talisayan Kecamatan Talisayan melaksanakan Manutung Jukut (bakar ikan) massal di pinggir pantai. Bakar ikan massal itu sendiri masih dalam satu rangkaian dengan acara buang nahas di kampung tersebut dan dihadiri ribuan warga.

Sebanyak 1 ton ikan segar dengan berbagai ukuran disiapkan pihak panitia untuk masyarakat yang ingin turut serta membakar ikan tersebut. Untuk mempermudah pembakaran ikan, setidaknya ada lebih 40 tungku ukuran 1 meter disiapkan memanjang oleh panitia untuk 80 kelompok.

Sopyan Noor selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan bakar ikan tersebut dilakukan untuk menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa Kampung Talisayan memiliki potensi perikanan yang cukup besar.

"Ada lebih dari satu ton ikan yang disiapkan. Kegiatan ini baru pertama kali diadakan di Kampung Talisayan," ungkapnya pada beraunews.com, Jumat (2/12/2016).

Dikatakannya, seharusnya acara manutung jukut itu dilaksanakan pada 28 November lalu, namun diundur lantaran pihak panitia ingin acara tersebut dihadiri Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.

“Sebenarnya sudah dua kali diundur karena ingin acara ini dihadiri Gubernur. Tapi kali ini, tidak bisa diundur lagi karena takut masyarakat kecewa,” ujarnya.

 

Selain itu, Sopyan juga menyampaikan, acara manutung jukut tersebut akan dilaksanakan setiap tahun. Bahkan, tidak menutup kemungkinan tahun depan akan diadakan bakar ikan massal dengan jumlah ikan yang lebih banyak lagi. Selain itu, direncanaka pihaknya ingin memecahkan rekor muri yang kini dipegang Kota Bontang dengan catatan 4 ton ikan.

"Ke depan kegiatan manutung jukut ini akan kita gelar lebih baik dan meriah lagi. Ya harapannya kegiatan ini nantinya dapat memecahkan rekor," ujarnya.

Sementara itu, Ketua KNPI Berau, Sakirman yang turut hadir dalam kegiatan manutung jukut tersebut mengapresiasi acara yang dilakukan pihak panitia buang nahas. Ia berharap kegiatan itu dapat dilaksanakan sembari menambah keragaman budaya di Talisayan.(Hendra Irawan)