Peserta dan Penonton Pawai Budaya Wajib Tahu Imbauan Ini

 

TANJUNG REDEB – Menyambut peringatan hari jadi Kabupaten Berau ke-63 dan Kota Tanjung Redeb ke-206, Pemkab Berau melaui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pawai kirab budaya. Gelaran itu dilaksankan dengan melibatkan lintas sektor, baik SKPD, swasta, apartur kampung maupun kalangan organisasi.

Berkaca pada pengalaman tahun sebelumnya, kirab budaya yang dilaksankan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, hingga sepanjang ruas jalan yang dilalui peserta kirab dipadati penonton.

Bupati Berau, Muharram melalui pesan berantai yang disebar melalui media sosial WhatsApp mengajak masyarakat untuk kembali memeriahkan pawai kirab budaya tahun ini. Selain itu, Muharram meminta para peserta pawai budaya berpenampilan santun dan dapat dicontoh para penoton dengan tidak berpakaian yang dapat merusak moral, etika bahkan agama.

“Saya meminta kepada peserta kirab, baik di lingkungan SKPD maupun swasta dan lainnya, untuk dapat mengikuti kirab budaya dengan tidak menampilkan kesan yang merusak moral, seperti laki-laki berpakaian perempuan atau berpakaian seksi dan menampilkan bagian tubuh tertentu yang tentunya dapat merusak generasi bangsa,” imbau Bupati.

BACA JUGA : Warga Kritisi Kostum Peserta Pawai

Tak hanya itu, muharram juga mengimbau kepada seluruh pihak yang hadir dalam pawai budaya itu, untuk membantu pemerintah menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuat lingkungan kotor dan kumuh. Pasalnya, menurut Muharram, setiap pelaksanaan pawai budaya dan gelaran lainnya, masalah sampah masih menjadi persoalan yang tak pernah usai.

“Saya juga meminta kepada peserta maupun penonton untuk tidak membuang sampah sembarangan saat menyaksikan kirab budaya, dan kalaupun bisa setiap warga membawa kantong plastik masing-masing untuk tempat sampah sediri. Ini semua demi kenyaman dan kebersihan kota yang kita cintai,” tutupnya.(M.S. Zuhrie)