Kabupaten Berau Surganya Pariwisata

TANJUNG REDEB – Sudah menjadi rahasia umum bila Kabupaten Berau menyimpan sejuta pesona alam di bumi kandungnya. Mulai dari wilayah pesisir hingga alam bawah laut sudah mendapat pengakuan tentang kemolekan alamnya dari para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bukan hanya Kepulauan Derawan atau Pulau Kaniungan saja, ada Pulau Rabu-Rabu dan Kampung Merabu, yang siap menjadi saksi bisu liburan berkesan bagi para wisatawan yang berkunjung ke Bumi Batiwakkal (sebutan Kabupaten Berau-red)

Setiap kali menjelang liburan panjang, terutama pada saat libur lebaran, hampir setiap orang merencanakan perjalanan wisata, baik bersama rekan kerja maupun kerabat dekatnya. Ada banyak destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan, seperti Pulau Maratua, Pulau Sangalaki, Pulau Derawan, Pulau Kakaban, hingga Pulau Kaniungan. Semuanya menjanjikan keindahan yang tidak bisa dilukiskan hanya dengan ungkapkan kata-kata.

Pulau Maratua misalnya, di sana wisatawan ditawarkan spot bawah laut bak akuarium dan beberapa gua yang tidak kalah indahnya dengan gua-gua yang ada di daerah lain. Salah satunya adalah gua Sambat.

Pulau Sangalaki, di sana pengunjung bisa menyaksikan langsung tukik-tukik kecil dilepaskan ke pantai, berenang mengarungi ombak untuk kembali ke daratan yang sama setelah beberapa tahun kemudian. Sedangkan Pulau Derawan, tidak perlu banyak dijelaskan. Pulau ini sudah terkenal sebagai salah satu kepulauan dengan spot diving terbaik hingga ke level internasional.

Yang menarik adalah Pulau Kakaban. Di sana ada spesies ubur-ubur yang tidak menyengat. Kabarnya ubur-ubur tidak menyengat seperti yang ada di danau Pulau Kakaban tersebut hanya ada di dua tempat di dunia, dan salah satunya adalah di Pulau Kakaban itu sendiri. Begitu pula jika berkunjung ke Pulau Kaniungan, ada banyak keistimewaan yang disajikan oleh alam pulau yang juga menjadi bagian dari Kampung Teluk Sumbang tersebut.

Keberagaman kekayaan alam itulah yang memancing kedatangan ribuan, bahkan puluhan ribu wisatawan ke Kabupaten Berau setiap tahunnya dengan menggunakan transportasi darat, laut maupun udara.

Biasanya, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada libur lebaran dan tahun baru. Bahkan, pada kedua momentum itu, untuk menikmati keunikan Danau Dua Rasa, Labuan Cermin, wisatawan harus rela mengantri. Tidak jarang banyak yang harus kembali lagi keesokan harinya, dikarenakan antrian yang cukup panjang.

Oleh warga setempat, lonjakan wisatawan dijadikan lahan mengais rejeki tahunan. Ada yang sengaja menyiapkan rumahnya sebagai penginapan dadakan, ada pula yang menjadi tour guide (pemandu wisata) sebagai pekerjaan sampingan, dan juga penyedia jasa kapal penyeberangan ke berbagai detinasi tujuan.

Derasnya kunjungan wisatawan yang datang ke Kabupaten Berau, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau tidak perlu bersusah payah melakukan promosi. Pihaknya hanya memperkuat kerjasama dengan berbagai instansi dan lembaga termasuk aparat keamanan untuk menertibkan arus lalu lintas sepanjang masa liburan. Mulai dari aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas menjaga kondusifitas berjalannya masa liburan.

“Kalau promosi kami rasa sudah cukup. Wisatawan yang datang ke Berau setiap tahunnya itu terus meningkat, mungkin karena promosi dari satu wisatawan ke wisatawan lain yang juga turut membantu mempromosikannya secara tidak langsung,” ujar Saprudin Ithur, Kepala Bidang Kebudayaan di Disbudpar Berau.

Tak kalah dengan pulau-pulau lainnya, ada satu pulau yang diyakininya bakal menjadi spot andalan selanjutnya setelah beberapa pulau yang ada. Pulau Rabu-Rabu, yang berada di Kecamatan Derawan juga diperkirakan akan menjadi lokasi menakjubkan bagi pencinta diving.

“Kalau Derawan orang-orang sudah tidak ragu lagi dengan keindahannya. Nah, sekarang ada lagi yang terbaru, namanya Pulau Rabu-Rabu. Menurut saya ini bisa menjadi andalan wisata selanjutnya. Soal kekayaan biota laut dan terumbu karangnya jangan ditanya, silahkan coba untuk menikmatinya langsung,” kata pria kelahiran Samarinda, 3 Januari 1960 tersebut.

Sadar bahwa wisatawan yang datang tidak selalu menginginkan pemandangan pantai dan laut atau sekadar menyelam, Kampung Merabu, sebagai salah satu kampung yang berada di Kecamatan Kelay, siap menyambut wisatawan yang haus akan pengetahuan dan sejarah.

“Wisatawan yang datang juga tidak semuanya mencari kesenangan di daerah pesisir dan pantai, ada beberapa yang lebih memilih liburan ke tempat-tempat bersejarah maupun yang masih kental dengan tradisi dan adat kebudayaan, seperti Kampung Merabu. Meskipun jumlah pengunjung yang datang ke kampung ini jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau bagian pesisir pantai, tetapi setiap tahunnya pasti ada peningkatan,” ungkap Saprudin.

Semakin berkembangnya pariwisata di kampung tersebut, berdampak pula pada roda ekonomi warganya yang mayoritas adalah suku Dayak Lebo. Mereka mulai pandai memanfaatkan peluang yang ada. Mereka mendirikan homestay atau sekadar penginapan untuk wisatawan yang semakin tahun semakin bertambah jumlahnya. Ada pula yang memanfaatkan hasil alam sebagai produk andalan, seperti madu hutan.

“Sejak dikembangkan sebagai daerah wisata, masyarakat mulai kreatif memanfaatkan hasil alam sekitarnya. Mereka bisa menjual madu hutan ataupun membuat obat-obatan tradisional untuk dijual kepada para wisatawan,” sambungnya sembari menunjukkan beberapa foto Kampung Merabu yang sempat ia abadikan.

Tidak akan menyesal wisatawan yang menyelipkan nama Kampung Merabu di daftar destinasi tujuan wisatanya. Selain bisa menyaksikan gua, karst dan hutan yang dijaga betul oleh masyarakat sekitar sebagai harta berharga bagi masa depan anak dan cucu mereka, wisatawan juga dapat mempelajari nilai-nilai sejarah.

“Tahun lalu (2015-red) wisatawan yang mengunjungi Kampung Merabu memang belum mencapai ribuan, tetapi melihat perkembangan dan kemajuan serta keterbukaan masyarakatnya dalam mengolah kampung, saya yakin tahun ini kunjungan ke kampung ini juga akan bertambah,” ucapnya dengan nada optimis.

Meski begitu, destinasi manapun yang menjadi tujuan wisatawan yang berkunjung ke Berau, pihaknya berharap agar semua pihak menjalankan perannya masing-masing agar kenyamanan pada hari libur panjang dapat dirasakan para wisatawan.

“Baik itu dinas kebersihan, BLH, Aparat Kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, maupun lembaga-lembaga masyarakat harus bersama-sama menjalankan perannya demi kenyamanan kita semua, terutama mereka yang berkunjung. Karena kesan pertama yang akan menjadi nilai jual kita selanjutnya kepada para wisatawan yang datang,” ungkapnya mengakhiri perbincangan dengan beraunews.com, Sabtu (18/6/2016).(mta)