Disbudpar Siapkan Rangkaian HUT Berau dan Tanjung Redeb

 

TANJUNG REDEB – Dalam rangka menyambut hari jadi Kabupaten Berau yang ke-63 dan Kota Tanjung Redeb yang ke-206, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mulai menyusun beberapa agenda pariwisata dan budaya yang akan dilaksanakan pada Agustus hingga Oktober mendatang.

Saprudin Ithur, selaku Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Berau, menyebut ada beberapa agenda terbaru yang rencananya akan dimasukkan ke dalam rangkaian kegiatan tersebut. Salah satunya, yakni menghadirkan komunitas motor gede (moge) dari beberapa provinsi. Bukan hanya untuk memperingati hari jadi, diharapkan kedatangan komunitas moge nantinya mampu menjadi salah satu cara mempromosikan Kabupaten Berau kepada daerah-daerah luar.

“Rencananya kita akan mendatangkan komunitas moge dari beberapa provinsi, kemudian nanti kita ajak mereka touring dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu. Di Tanjung Batu nanti rombongan kita bawa menyeberang ke Pulau Derawan untuk melakukan beberapa kegiatan sosial disana. Diharapkan dari kegiatan itu timbul rasa peduli masyarakat setempat untuk menjaga daerahnya, termasuk menjaga kebersihan pantai maupun keramahan penduduk setempat agar wisatawan yang datang semakin meningkat. Itu harapan kami selain untuk memperkenalkan Kabupaten Berau,” ujarnya saat ditemui beraunews.com, Kamis (16/6/2016).

Beberapa kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan oleh Disbudpar antara lain, manguati banua, atraksi seni dan budaya, pawai budaya, Indonesia fashion carnival, prosesi pernikahan adat banua, prosesi adat baturunan parrau, atraksi panjat piruai, welcome party, tari kolosal, hingga Maratua jazz and dive fiesta.

Dikatakan Saprudin, jadwal kegiatan untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb, masih dapat berubah-ubah. Namun demikian, dipastikannya perayaan tahun ini akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Setiap tahun kita selalu evaluasi terkait kegiatan perayaan hari jadi ini. Tahun ini harapan kita, meskipun tidak meriah tapi dapat memberikan makna kepada masyarakat Berau, terutama melalui kegiatan-kegiatan yang mempunyai filosofi persatuan maupun keberagaman suku dan budaya di Kabupaten Berau, sehingga ketika suatu saat terjadi konflik maka akan dapat diselesaikan secara kekeluargaan melalui paguyubannya masing-masing,” harapnya.(mta)