Pulau Kaniungan, Surga Tersembunyi di Ujung Selatan Berau

BIDUK-BIDUK – Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah yang menyimpan sejuta potensi wisata terkait keindahan alamnya. Baik keindahan pesisir maupun alam bawah lautnya. Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Kabupaten Berau tentu tak asing lagi dengan nama Pulau Derawan. Mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara telah mengakui keindahan yang disuguhkan oleh pulau yang didominasi suku Bajau tersebut. Tak jarang, siaran televisi nasional memunculkan tayangan yang mengisyaratkan betapa ruginya wisatawan ketika tidak memasukkan Kabupaten Berau ke dalam list destinasi liburan mereka.

Namun tahukah anda? Rupanya tak hanya Kepulauan Derawan yang dapat menjadi kebanggan Kabupaten Berau sebagai daerah wisata. Di ujung Berau, tepatnya di  Pesisir Selatan Berau, Kecamatan Biduk-Biduk, Kampung Teluk Sumbang, ada Pulau Kaniungan, yang siap menyambut wisatawan dengan pemandangan pasir pantai nan putih berpadu ribuan pohon kelapa yang menjulang tinggi.

Pulau Kaniungan, memang belum banyak dikenal dikalangan wisatawan. Namun justru hal itu membuat kealamian yang ditampilkan pulau ini masih sangat terjaga, belum banyak tangan-tangan nakal yang menjamah keindahannya. Untuk bisa menikmati keindahan Pulau Kaniungan, wisatawan yang berangkat dari Tanjung Redeb melalui jalur darat menempuh perjalanan kurang lebih 5 hingga 6 jam menuju Kecamatan Biduk-Biduk.

Setelah memasuki Kecamatan Biduk-Biduk, wisatawan bisa langsung menuju dermaga penyeberangan yang terdapat di Kampung Teluk Sulaiman. Nuansa desa masih sangat kental terasa tatkala mata memandang sepinggiran garis pantai yang juga dijadikan sebagai tempat peristirahatan ternak sapi milik warga setempat. Rasa lelah dan penat dalam perjalanan dijamin akan langsung terbayarkan oleh keindahan alam yang disuguhkan kampung ini.

Dari Kampung Teluk Sulaiman, Pulau Kaniungan memang belum tampak kelihatan. Sebab untuk menjangkaunya, wisatawan harus lebih dulu menaiki kapal penyeberangan khusus yang dimotori oleh warga-warga setempat sebagai lahan mencari nafkah mereka. Wisatawan harus merogoh kocek kurang lebih Rp400 hingga Rp500 ribu untuk satu kapal yang mampu menampung 6 hingga 8 orang setiap kali penyebrangan. Tak kurang dari 15 menit wisatawan sudah bisa menyaksikan secara dekat keindahan Pulau Kaniungan.

Begitu kapal merapat di pinggir pantai Pulau Kaniungan, wisatawan langsung dimanjakan dengan putihnya pasir pantai. Pasir pantai di pulau ini termasuk salah satu yang cukup bersih dan masih sangat alami, tidak ada sampah yang mengotorinya. Tak heran jika beberapa tahun lalu Pulau Kaniungan sempat direkomendasikan oleh salah satu produser film Hollywood, sebagai lokasi syuting film garapannya. Ribuan batang pohon kelapa tumbuh hampir diseluruh bagian pulau ini. Berdasarkan cerita yang beredar luas dikalangan warga Kecamatan Biduk-Biduk, pohon kelapa yang saat ini tumbuh bebas dan tak terbatas di pulau mereka merupakan hasil dari pertukaran budaya dengan masyarakat Sulawesi.

Pulau Kaniungan sendiri merupakan bagian dari Kampung Teluk Sumbang. Saat ini ada sekitar 18 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal dan memiliki bangunan di pulau tersebut. Meskipun tergolong sepi penduduk, namun saat ini kunjungan wisata ke Pulau Kaniungan setiap tahunnya meningkat, baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Hal itu juga yang menjadi faktor berdirinya penginapan maupun homestay dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan.

Di pulau yang memiliki luas 3 kali lebih besar dari Pulau Derawan ini, tak hanya keindahan pantai yang menjadi nilai jual, tetapi alam bawah lautnya juga berpotensi menarik minat para divers-divers yang menginginkan spot luar biasa dalam penyelaman bawah lautnya.

“Meskipun sudah datang beberapa kali ke sini, tapi saya tetap ingin kembali lagi dan lagi. Tidak ada puas-puasnya saya mengexplore keindahan pulau ini, terlebih saat ini transportasi untuk ke Pulau Kaniungan sudah cukup mudah dan murah,” ungkap salah seorang wisatawan.

Hal itu juga yang dirasakan oleh Agus Ridwan, sebagai salah seorang penikmat objek wisata di Kabupaten Berau.

“Saya yakin ke depan pasti Pulau Kaniungan ini bakalan menjadi ikon wisata yang tidak kalah menarik dengan Pulau-Pulau lain yang sudah lebih dulu terkenal di Berau ini. Jangan ragu mengunjungi pulau ini, namun agar keindahan dan kealamiannya tetap terjaga kita harus bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak merusak segala ekosistem yang terdapat di sana,” ungkapnya sembari memperlihatkan foto-foto keindahan Pulau Kaniungan yang sempat ia abadikan saat berkunjung ke penggalan surga di ujung Berau tersebut.(mta)