Barang Elektronik Rawan Rusak Hingga Waspada Maling, Netizen : Terangkanlah

TANJUNG REDEB- Bukan hanya mengurangi kenyamanan dan mengganggu aktivitas sebagian besar masyarakat Berau, pemadaman listrik bergilir tak sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh PLN, membuat cukup banyak warga mengkhawatirkan kondisi barang elektronik mereka.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga, Fahrul Udin, yang mengungkapkan keluhannya terhadap nasib PLN saat ini melalui salah satu grup whatsapp.

“Tidak tahunya barang elektronik masyarakat banyak yang rusak, belum lagi makanan yang di dalam kulkas. Banyak yang busuk, tidak kasihan kah sama masyarakat yang jualan es tidak bisa jualan, belum lagi yang jualan ikan ayam banyak yang rusak karena es tidak ada yang jadi,” tulisnya.

Bahkan tidak hanya khawatir barang elektronik mengalami kerusakan akibat biarpet, banyak juga warga yang mengkhawatirkan tindak pencurian yang marak terjadi saat listrik mati. Hal itu diungkapkan akun netizen Fikri Sa’ied Abadi, melalui grup Facebook Lapak Jual Beli Berau.

“Gara-gara mati lampu, maling bebas beraksi. Di sini kemalingan Jalan Pemuda,” tulisnya.

Akibat pemadaman listrik yang dinilai semakin tidak terkendali tersebut pula, seorang netizen mengunggah postingan terkait PLN yang juga menyita perhatian ratusan netizen.

“Ungkapkan ekspresimu untuk PLN Berau hanya dalam satu kata,” tulis akun Abdus Salam, melalui media sosial facebook.

“Terangkanlah,” tulis akun Warta Kesuma.

“Satu kata yaitu ‘perbaiki’. Dalam artian tidak hanya memperbaiki pelayanan dan mesin pembangkit saja, tapi tolong perbaiki perabotan elektronik di rumah saya. Apalagi PC yang saya gunakan, HD Kompi sampai HD External pun ikut rusak,” tulis akun Sefta Mardianto.

“PLN jangan berharap terus sama PLTU. Sewaktu-waktu PLTU mengalami kerusakan seperti sekarang ini, harus PLN punya jalan keluarnya. Menyiapkan mesin lampu sendiri lah di setiap gardu. Jadi tidak terjadi pemadaman yang begitu lama. Kasihan pelanggan setia kamu selama ini. Telat sebulan surat cinta datang. Begitu mati lampu pembayaran malah naik. Coba yang pakai kilometer pulsa tidak ikut mati, kan kita beli pulsa listrik. Harus tidak ikut mati dong,” tulis akun Ali Rozan.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia