Kesal Pemadaman Bergilir, Netizen Posting PLN di Lapak Jual Beli Berau

 

TANJUNG REDEB - Diduga sebagai ungkapan kekecewaan terhadap PLN yang kerap kali melakukan pemadaman bergilir tidak sesuai jadwal, seorang netizen pengguna media sosial facebook, Ahmad Efendi, mengirimkan sebuah status ke grup Lapak Jual Beli Berau (Part 2), pada Selasa (01/08/2017).

Dalam kiriman statusnya, netizen tersebut menuliskan kalimat yang cukup banyak mengundang perhatian dan tanggapan netizen lain.

"Jika PLN dijual oleh Daerah, kira-kira laku berapa gan? Balas di komen ya, siapa tahu ada yang minat, harga cocok angkut," tulisnya.

Beragam komentar pun akhirnya memenuhi kolom komentar netizen tersebut. Salah satunya datang dari akun netizen bernama Annisa Rezki.

"Kada laku, barang rusak. Banyak modal habis ditukar, dibaiki pulang. (Tidak laku, barang rusak. Banyak modal habis dibeli, diperbaiki lagi)," tulisnya dalam bahasa daerah.

Komentar lain yang tidak jauh berbeda pun datang dari komentar netizen dengan nama akun Azka Youdha. "Dikasih saja malas, mesinnya rusak terus," tulisnya.

Lain lagi dengan komentar yang dituliskan akun Kulsum Nhovardan SyahReza, yang justru menyarankan agar warga Berau patungan membeli mesin PLN baru.

"Patungan beli mesih baru. Rp5 ribu satu orang, kalikan satu Berau cukup tidak.

Siapa tahu tidak pemadaman bergilir lagi. Sudah listrik naik terus, mati nyala sehari bisa sampai dua kali. Dalam surat edaran tidak ada jadwal pemadaman tapi listrik dipadamkan, dan malam ini pun kami kena giliran lagi. Terus kalau ada kerusakan barang elektronik kami siapa yang mau tanggung jawab. Maaf jika salah bicara tapi inilah yang orang-orang rasakan, bukan hanya saya," tulisnya.

Netizen dengan nama akun Lilik Hasdam turut berkomentar. Namun, komentar netizen tersebut justru mengajak netizen lain agar tidak mengeluhkan kondisi saat ini.

"Jangan mengeluh gan, baru berapa jam matinya kalian mengeluhnya bukan main. Asal kalian tahu gan di kampung tempatku tinggal sekarang, dari pertama berdirinya kampung sampai detik ini belum ada PLN gan. Jadi keluhan kalian itu bukan apa-apanya buat kami

Kampung K***i Kecamatan Pulau Derawan," tulisnya.

Sementara itu, netizen dengan nama akun Abdus Salam juga melayangkan komentarnya yang bermakna mengingatkan kepada netizen pengunggah status bahwa PLN merupakan aset milik Negara yang tidak bisa diperjualbelikan.

"Nah ini status menarik, bagi saya ini singgungan halus yang mesti ditanggapi bijak oleh PLN, selaku penanggung jawab energi listrik dan selaku satu-satunya yang berhak menjual listrik ke masyarakat. Meski begitu, tidak mungkin PLN bisa dijual daerah, sebab PLN milik Negara," tulisnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia