Orang Lokal Kalah Saing dengan Orang Luar Daerah? Ini Tanggapan Babada

 

TANJUNG REDEB – Dengan melihat banyaknya fenomena pengangguran yang tidak ada henti-hentinya, kini Ketua Lembaga Adat Banua, Bajau dan Dayak (Babada), Fahrul Udin pun angkat bicara.

Dengan banyaknya perusahaan-perusahaan yang dibuka di Kabupaten Berau, seolah hanya menjadi sebuah cerita, karena walaupun banyak pihak yang membuka sebuah perusahaan, ternyata orang lokal di Berau masih saja susah untuk masuk ke perusahaan tersebut. Sebaliknya, orang dari luar Beraulah yang lebih banyak mendapatkan bagian di dalam sebuah perusahaan, bahkan telah banyak statement-statement pejabat ataupun dinas ketenagakerjaan yang menyampaikan hal yang serupa.

“Kejadian semacam ini faktornya yaitu, yang pertama, suatu perusahaan menerima seorang karyawan harus sesuai dengan kebutuhannya, dan memiliki skill yang memang ahli, bukan hanya sekadar bisa saja, sementara itu masyarakat kita ini hampir sekian besar tidak mempunyai pengalaman kerja,” ucapnya kepada beraunews.com, Selasa (23/05/2017).

Diungkapkan Fahrul Udin, jika memang orang lokal ingin menjadi karyawan di suatu perusahaan, yang utama, yaitu perusahaan seharusnya menerima dan melatih orang tersebut.

“Semuanya itu perlu dilatih, jika tanpa dilatih tidak mungkin suatu tenaga kerja memiliki keahlian, dan jika tidak diberi pelatihan ataupun dididik terlebih dahulu, contoh kecilnya saja, sewaktu kecil tidak mungkin kita langsung bisa membaca, tanpa diajarkan terlebih dahulu oleh orang tua kita,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fahrul Udin juga sedikit menyinggung, adanya kelemahan lain yang dimiliki orang lokal yaitu, di saat mereka ingin berkerja tetapi ingin gaji yang besar, juga masa pendidikan yang tidak memadai yang membuat kebanyakan individu yang ingin melamar perkerjaan di bagian yang dia inginkan akhirnya tersisih, dengan adanya orang luar yang lebih berpengalaman.

Fahrul Udin juga berharap agar setiap perusahaan lebih memperhatikan dan mengutamakan orang lokal.

“Perusahaan seharusnya lebih mengutamakan orang lokal, jika misalnya mereka tidak ada sama sekali pengalaman kerja, maka dilatihlah, jika sudah bisa dan memang benar-benar mahir, maka bisa langsung direkrut,” harapnya.

Adapun gagasan lain yang diberikan olehnya antara lain, boleh mempekerjakan orang dari luar daerah dengan catatan, jika orang lokal memang tidak ada yang pantas bekerja.

"Jika memang banyak yang pantas, maka yang dari luar bisa dipekerjakan di bidang lainnya, atau lebih baiknya lagi dikembalikan,” tegasnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia