Liputan Haji 2016 (Bagian 7) : Pasca Wukuf, Begini Kondisi Jamaah Haji Berau Di Mekkah

 

MEKKAH – Tanggal 8 dzulhijah seluruh jamaah haji mulai diantar pihak maktab menuju Arafah dengan menggunakan bus lengkap dan pakaian ihram serta berniat ihram dari hotel tempat menginap.

Mayoritas dari jamaah haji tidak melakukan tarwiyah, yakni bermalam di Mina pada tanggal 8 dzulhijah guna mempersiapkan bekal selama di Arafah, sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.

"Kenapa mayoritas jamaah tidak melakukan hari tarwiyah? Karena pihak pemerintah kita dan pihak pemerintah Saudi Arabia lebih memikirkan persiapan hari arafah yang lebih penting," kata Ustad Jul Amri, pendamping rombongan jamaah haji asal Berau.

Sesampainya di Arafah, jamaah haji Berau langsung ditempatkan tidak jauh dari jalan raya dan MCK bersamaan dengan kloter 12 BPN. Selama di Arafah yang dilakukan jamaah haji Berau dan yang lainnya hanya memperbanyak ibadah kepada Allah SWT semata, yaitu berdoa untuk kebaikan pribadi dan keluarga serta handai tolan untuk di dunia dan di akhirat, memperbanyak taubat, membaca Al Qur'an, berdzikir, dan ibadah lainnya.

Sebelum salat Dzuhur juga dibacakan khutbah Arafah oleh TPHI (Tim Pendamping Haji Indonesia) kloter 12 dan melaksanakan salat dzuhur dan asar secara jamak qoshor. Setelah itu sampai menjelang maghrib, wukuf selesai dilaksanakan dan para jamaah haji pun mempersiapkan diri menuju Mudzdalifah.

"Dalam hal ini pihak maktab menyediakan hanya 2 bus saja, tidak sesuai dengan yang disampaikan waktu qur'ah (Indian) di maktab sebelumnya dengan alasan muassasah hanya menyediakan 2 bus saja," jelasnya.

Setelah sampai di Mudzdalifah para jamaah haji menuju tempat yang telah disediakan untuk mencari batu-batu kerikil yang akan dipakai untuk melontar jumroh di Mina.

"Kamipun di Mudzdalifah sampai malam. Kemudian pihak maktab mulai mengangkut para jamaah haji menuju Mina dan kami pun mendapat giliran tepat pada adzan subuh. Karena lokasi yang penuh sesak oleh para jamaah haji dari seluruh embarkasi yang ada dan di ruang terbuka yang berdebu, maka mayoritas jamaah haji terkena batuk dan flu," ungkapnya.

 

Sesampainya di Mina, para jamaah haji ditempatkan dalam beberapa tenda ber-AC, sejam kemudian para jamaah bersiap kembali untuk melakukan ibadah melontar jumroh aqobah, salah satu dari jumroh yang paling baik dari 3 jumroh yg ada.

"Panas yang terik sekitar 43 derajat tidak menyurutkan semangat kami untuk melontar jumroh. Dengan pengelolaan yang baik oleh pemerintah Arab Saudi agar tidak terulang seperti tragedi tahun lalu, Alhamdulillah sekalipun dilakukan oleh ratusan ribu jamaah tapi dilakukan dengan tertib dan aman," ujarnya.
 
Begitupun ibadah melontar ketiga jumroh uwla, wustho, dan aqobah pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dilakukan dengan tertib dan aman pada pukul 03.00 waktu setempat. Sedangkan hari terakhir dilakukan pada waktu setelah salat subuh.

Sebagian jamaah haji meminta untuk diwakilkan oleh calon haji lainnya dengan alasan kesehatan dan tempat yang jauh kurang lebih 5 kilometer jika pulang dan pergi. Selama di Mina para calhaj mendapatkan jatah catering 3 Kali sehari berikut buah-buahan dan minuman juz setiap hari. Untuk di Mina kegiatan yang dilakukan selain melontar jumroh oleh jamaah sama seperti di Arafah.

Sedangkan MCK yang disediakan oleh petugas lebih banyak untuk pria dari pada untuk wanita sehingga ada sebagian dari jamaah haji wanita yang memakai MCK pria. Setelah melontar jumroh hari ketiga para jamaah haji dimobilisasi kembali ke hotel masing-masing dengan menggunakan beberapa bus.

"Sesampainya di hotel para jamaah haji Berau beristirahat, kemudian setelah isya dilanjutkan dengan tawaf ifadah yang juga masuk dalam rukun atau wajib haji. Karena bus shalawat belum mulai beroperasi, maka seluruh jamaah haji Berau dan seluruh dunia berjalan kaki menuju masjidil Harom dipimpin oleh Ketua Kloter 12 dan TPIHI. Karena penuh sesaknya jamaah haji dari seluruh dunia, maka jamaah haji Berau dan kloter 12 BPN melakukan tawaf ifadah di lantai 2 dan dirangkai dengan sya'i yang selesai sekitar jam 01.00 dini hari waktu setempat," lanjutnya.

 

Karena Jarak yang jauh dan ibadah tawaf ifadah serta sya'i yang memakan banyak tenaga dan belum pulihnya tenaga para jamaah haji, ada beberapa orang yang terpaksa pulang dengan menyewa kursi roda.

Diantara jamaah haji Berau ada sekitar 12 orang yang tidak sanggup untuk melakukan tawaf ifadah, maka seluruh pengurus jamaah haji Berau mengurus kebutuhan mereka lewat Mutowwif yang ada di Mekkah untuk menyediakan kursi roda beserta pendorongnya dan kendaraan antar jemput pada malam berikutnya.

Para jamaah haji sah ibadah hajinya setelah melakukan tahallul tsani dan melakukan tawaf ifadah serta tahallul awwal yang dilakukan di Mina setelah melontar 3 jumroh terakhir. Setelah itu barulah para jamaah haji dibebaskan dari larangan ihram terutama berjima bagi pasangan suami istri.

"Semoga seluruh jamaah haji Berau mendapatkan pahala haji mabrur, Amin," tutupnya.(Marta)