Liputan Haji 2016 (Bagian 3) : Jamaah Haji Berau Sempatkan Wisata Belanja

MAKKAH – Di tengah rangkaian ibadah haji yang saat ini sedang dilaksanakan oleh seluruh jamaah haji di dunia, rombongan jamaah haji kontingen Berau, mengisi waktu mereka dengan berwisata belanja.

Meski bagi sebagian orang berbelanja terasa hal yang biasa-biasa saja, namun tidak begitu bagi para jamaah haji ini. Selain karena lokasi berbelanja yang jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia khususnya di Berau, barang-barang yang tersedia juga sangat beragam. Sensasi berbelanja di tanah suci memang sangat diidamkan oleh sebagian besar kaum muslimin.

Surga berbelanja disekitaran Masjidil Haram sangatlah menarik siapa saja yang mengunjunginya, dari perlengkapan sehari-hari sampai kebutuhan yang hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang tentunya berpunya.

Disekitaran Mahbas Jin, Makkah berjejer hotel-hotel tempat pemondokan jamaah haji Indonesia, pemondokan jamaah haji ini berada di Maktab 48 sektor 2 Nomor 207. Disini menurut penuturan beberapa petugas hotel adalah lokasi yang paling banyak menampung jamaah haji Indonesia dari berbagai daerah, termasuk dari Berau.

“Di hotel tempat kami tinggal ada beberapa toko yang buka dari pagi sampai malam,” kata Jul Amri, pendamping jamaah haji Berau kepada beraunews.com melalui sambungan Whatsapp, Sabtu (3/9/2016).

Kebanyakan dari pedagang di tanah suci sangat menguasai bahasa Indonesia. Mereka sangat pandai merayu calon pembeli dengan bahasa Indonesia. Langkah para pedagang tersebut rupanya sangat membantu jamaah haji Berau yang kesulitan dalam bertransaksi dengan menggunakan bahasa setempat. Dengan bahasa yang sama-sama dimengerti, proses jual beli pun berjalan lancar. Bahkan, untuk tawar menawar pun biasa dilakukan saat berbelanja di tanah suci.

“Kalau dari ceritanya, pemilik toko kebanyakan pendatang dari Yaman, Mesir, dan yang lainnya. Seperti yang kami kunjungi, beliau berasal dari Yaman, bernama Thoriq. Beliau kuliah di Yaman tapi karena tejadi konflik disana akhirnya dia diminta pulang oleh keluarganya,” kisahnya.

Selain menjual kebutuhan sehari-hari, di pusat perbelanjaan tersebut juga menjual berbagai macam oleh-oleh khas haji. Mulai dari berbagai macam jenis kurma, buah-buahan, karpet, selimut, pakaian, sajadah, pakaian pria dan wanita, serta berbagai macam perhiasan, tasbih dan lain-lain.

Setiap hari lokasi perbelanjaan tersebut selalu padat dijejali oleh pembeli dari kalangan jamaah haji Indonesia. Barang favorit saat berwisata belanja oleh para jamaah haji biasanya adalah tasbih, sajadah, sorban, dan gamis. Bahkan, diantara para jamaah haji Indonesia ada juga yang sengaja membeli grosiran untuk dijual kembali didaerahnya masing-masing.

Setiap harinya di depan hotel tempat pemondokan tersebut ada para muqimin dari Indonesia terutama yang berasal dari Madura. Muqimin merupakan orang yang melakukan perjalanan lebih dari 80 Km namun berencana menetap di suatu tempat lebih dari 3 hari. Muqimin menawarkan jasa kargo melalui laut maupun udara. Adapun tarif yang dikenakan untuk pengiriman barang melalui laut sekitar 12 real, sedangkan melalui udara sekitar 8 real.(Marta)