SDM PKK Kecamatan Perlu Ditingkatkan

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Berau, Wiyati menyebutkan, saat ini program kerja untuk pembinaan di lapangan sudah berjalan sesuai rencana. Meski demikian memang diakuinya masih ada kekurangan. Salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum merata.

Khusus untuk Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kampung-kampung, diharapkannya ada dukungan penuh dari pemerintahan kampung dan dalam kesepahaman yang sama. Terutama, dalam mendorong semangat untuk menambah pengetahuan anggota PKK yang ada.

Pembinaan dari pemerintah daerah sudah dilaksanakan dan dipastikan akan terus dilakukan. Akan tetapi, upaya ini juga membutuhkan keseriusan dari peserta ditingkat bawah untuk terus belajar dan mau ikut dalam setiap kegiatan, khususnya saat ada seminar atau pelatihan.

“Bisa melalui alokasi dana kampung untuk pemberdayaan perempuan dan anak, seperti diantaranya untuk PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Balita di Posyandu dan operasional kader Posyandu,” ungkapnya usai acara pemberian remisi di Rutan Klas IIB Tanjung Redeb, Selasa (16/8/2016).

Khusus untuk masalah SDM, diakui Wiyati memang masih ada kekurangan, baik porsi pengetahuan maupun keterbatasan daya serap akibat keterbatasan waktu atau bisa jadi materi yang memang belum cukup.

Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan Tim Pembina PKK yang ada di Kecamatan untuk bisa menambah porsi pembinaan kepada PKK yang ada di kampung-kampung binaannya.

“Ini perlu untuk meningkatkan porsi pengetahuan kader-kader yang ada, mengingat sukses tidaknya program pemerintahan yang berada di tangan kader-kader PKK, secara umum tergantung SDM yang ada di semua lini termasuk yang di kampung-kampung,” jelasnya.

Terpenting, menurutnya keinginan dari masing-masing kader untuk selalu berupaya meningkatkan kapasitas pengetahuannya terhadap program-program yang dijalankan. Seperti program kesehatan pada Balita di kampung-kampung. Saat ini, menurutnya sudah berjalan, terbukti Kecamatan Talisayan yang meraih juara III tingkat provinsi dalam lomba Balita Sehat.

“Diperlukan perhatian lebih karena kegiatan PMT balita dilakukan setiap bulan, ini perlu dibarengi dengan edukasi yang tepat agar program itu bisa berjalan dengan sempurna,” pungkasnya.(msz)