Ketua TP PKK Kunjungi Pengurus Kecamatan dan Kampung

TANJUNG REDEB – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau melakukan roadshow ke kecamatan dan diawali di wilayah kepulauan. Tujuan kunjungan itu untuk menjalin silaturahmi, cek lapangan, dan menyerap aspirasi. Kegiatan yang dipimpin Ketua TP PKK Berau, Sri Juniarsih itu, diawali di dua kecamatan, yakni Kecamatan Maratua dan Pulau Derawan.

Mengingat sebagai ketua yang baru, maka kunjungan itu juga bertujuan sebagai  ajang perkenalan antara pengurus TP PKK kabupaten dengan TP PKK kecamatan hingga tingkat kampung, dan sebaliknya. Hadir pula Kepala BPPKB Berau, Wiyati dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Rohaini serta Camat Maratua, Abdul Jabar. Sri, sapaan akrab Ketua TP PKK, mengatakan kunjang ini yang pertama kali baginya dan wakil Fika Yuliana pasca pelantikan beberapa waktu lalu.

“Setiap ada kunjungan (Bupati Muharram-red) ke kampung, saya ingin bertemu langsung dengan ibu-ibu yang ada disini, paling tidak saya bisa mengenal ibu-ibu PKK kecamatan dan kampung. Dan ketika ada hal-hal yang perlu didiskusikan, maka kita bisa bicarakan disini,” ujarnya didampingi Wakil Ketua TP PKK, Fika Yuliana di pendopo kecamantan, Kampung Bohe Bukut, Senin (18/7/2016) siang tadi.

Dikatakannya, dirinya bersama sang suami, Bupati Muharram telah membina mahligai rumah tangga selama 22 tahun dan memiliki lima orang anak, yang terdiri dari tiga putra dan dua putri. Rencana memiliki anak lebih dari dua (program KB “dua anak lebih baik”-red) memang sengaja dilakukannya, namun ia tetap mendukung program itu dengan telah turut menggunakan alat kontrasepsi jenis Intrauterin Device (IUD).

“Tetapi ada pepatah mengatakan bahwa siapa tak kenal maka tidak akan disayang, ketika ibu-ibu mungkin tidak mengenal saya maka saya perlu untuk memperkenalkan diri agar ibu-ibu bisa sayang,” ungkapnya.

Selanjutnya, TP PKK kecamatan maupun kampung sebagai mitra pemerintah harus bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi perekonomian serta peningkatan kualitas keluarga. Berikut, harus kreatif dan inovatif dalam melihat potensi yang ada di lingkungan masing-masing. Misalnya di Maratua, TP PKK ini harus bisa menjadi contoh keluarga yang menjalani pola hidup dengan bersih.

“Maratua ini merupakan daerah pariwisata. Maratua ini memiliki prospek yang sangat baik sekali sehingga pola hidup bersih itu harus ditekankan supaya wisatawan yang datang ke Maratua menjadi betah,” ujarnya.

Sehingga ketika kembali kedaerahnya, mereka berniat kembali dan membawa lebih teman serta kerabatnya untuk mengunjungi Maratua. Disinilah peran penting ibu-ibu PKK dan itu tentunya turut membantu pemerintah daerah.

Sri juga mengimbau kepada pengurus TP PKK di tingkat kecamatan dan kampung bisa terus berkoordinasi dengan TP PKK Kabupaten. Mengingat jarak yang jauh, maka koordinasi juga bisa dilakukan melalui telepon seluler.

“Karena  jauh, maka ibu-ibu bisa menghubungi lewat sms atau telepon saja. Kalau itu menyangkut permasalahan tentang program PKK, akan kita diskusikan supaya kita bisa mendapatkan solusi yang baik dan kedepannya, PKK menjadi lebih baik lagi. Nomor telepon saya yakni 08125407xxx,” tutupnya.(sai)