Wanita Penentu : Doa, Kerja Keras Dan Cinta Modal Utama Kadispenda Maulidiyah (Bagian 1)

TANJUNG REDEB – Emansipasi. Saat ini mungkin kata ini yang bisa mewakili kemajuan kaum perempuan untuk memasuki segala bidang, khususnya di pemerintahan. Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah perempuan yang terjun dalam dunia pemerintahan, bahkan perempuan-perempuan tersebut berhasil membawa kemajuan dan perubahan ke arah lebih baik selama masa kepemimpinannya.

Memulai karirnya sebagai staf Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Berau pada tahun 1993 hingga 1995, Maulidiyah, perempuan yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Kadispenda) Berau, bisa dikatakan sebagai perempuan inspiratif yang memberikan terobosan baru untuk Kabupaten Berau.

Perempuan kelahiran Tanjung Redeb, 8 Juni 1968 silam, baru-baru ini menerima predikat terbaik dalam membuat inovasi Simhore (Sistem Informasi Manajemen Hotel dan Restoran) sebagai terbaik 3 besar dalam Pelatihan Kepemimpinan (Diklatpim) eselon II dari 60 Peserta se-Indonesia karena dianggap sebagai inovasi dalam dunia perpajakan yang dibuat pertama di Indonesia.

Tak hanya itu, ibu dari 4 orang anak ini, selama menjadi Kadispenda juga sudah banyak melakukan tugasnya untuk meningkatkan pendapatan daerah Kabupaten Berau. Diantaranya, melakukan pembenahan ke dalam terkait dengan baru meleburnya Dispenda yang sebelumnya merupakan bagian dari DPPKK (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan) baik SDM, prasarana maupun pengelolaan pendapatan termasuk segala aturan yang menaunginya.

Ia juga membuat lomba logo pajak Berau yang dilombakan secara nasional melalui media internet dan mengadakan alat Tapping Box yang dipasang di beberapa hotel dan restoran sebagai sarana pengawasan kepada Wajib Pajak, yang dihubungkan langsung ke server Dispenda, sehingga jika ada konsumen yang bertransaksi dengan hotel dan restoran akan langsung terdeteksi di server Dispenda.

Dari semua inovasi dan perubahan yang dilakukannya, sisi wanita yang menjadi fitrahnya tak bisa ia lepaskan begitu saja. Yaitu, tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan ibu.

Istri dari Taupan Majid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau ini, tetap menjadi seorang ibu rumah tangga sesuai dengan tugas dan kewajibannya di luar lingkungan kerja.

Dukungan suami dan anak-anaknya dalam meniti karir di pemerintahan, diakuinya menjadi semangat tersendiri baginya. Meski saat ini, dirinya menempati posisi yang cukup berpengaruh, hal itu tidak membuat sisi perempuan yang ia miliki lantas berkurang.

“Jadilah wanita yang tangguh yang tidak berkepribadian cengeng dan tanamkanlah semangat Kartini didalam tubuh kita sebagaimana kata pepatah, gapailah cita-citamu setinggi langit,” ungkap perempuan yang menyandang gelar Sarjana Teknik Sipil di Universitas Merdeka Malang dan Sarjana Ilmu Ekonomi di Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Saya berpegang pada pepatah dari Bung Karno yang mengatakan, kehidupan yang indah tidak terjadi begitu saja, melainkan dibangun dengan do’a, kerja keras, pengorbanan dan cinta,” pesannya bagi seluruh perempuan khususnya yang ada di Kabupaten Berau untuk memotivasi pergerakan perempuan di dunia pemerintahan, namun tidak meninggalkan kodratnya sebagai wanita.(Marta)