Tahun 2017, Kementerian PUPR Bangun 290 Ribu Sambungan Rumah

JAKARTA – Mewujudkan program 100-0-100, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebanyak 290.000 Sambungan Rumah (SR) di 150 kabupaten/kota pada 2017. Biaya pembangunan infrastruktur air minum tersebut dialokasikan sebesar Rp1 triliun dari rupiah murni dan hibah Pemerintah Australia.

Seperti diketahui, 100-0-100 merupakan program untuk mewujudkan ketersediaan 100 persen air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen fasilitas sanitasi serta drainase di seluruh wilayah Indonesia

Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman (KIP) Ditjen Cipta Karya, Dwityo A Soeranto, saat menerima kunjungan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono ke Ditjen Cipta Karya, Kamis (25/8) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi pu.go.id mengatakan, selain membangun SPAM, Kementerian PUPR juga memfasilitasi kerjasama antara pemerintah kabupaten/kota dan perusahaan dalam membangun infrastruktur permukiman, dan sampai saat ini sudah mencapai 6 perusahaan di 7 kabupaten/kota dengan nilai mencapai Rp108 miliar.

Kemudian juga memfasilitasi kerjasama pemerintah dan badan usaha dalam membangun infrastruktur permukiman, seperti kerja sama pembangunan SPAM Umbulan (4.000 liter/detik) dan SPAM lainnya, serta menyiapkan regulasi dan memfasilitasi kabupaten/kota untuk memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam menambah akses air minum dan sanitasi sebagai Dana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB) pada sistem infrastruktur yang telah dibangun melalui dana APBN.

Dengan alokasi dana 2017 sebesar Rp17,9 triliun, Ditjen Cipta Karya memiliki fokus kegiatan strategis diantaranya, pembangunan SPAM Regional di 7 kawasan, SPAM di 11 Kota Binaan, SPAM pulau kecil/terluar dan pelabuhan perikanan di 3 lokasi. Lalu membangun TPA Regional di 3 kawasan dan IPAL Regional di 2 kawasan, mendukung 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, mendukung kawasan kampung nelayan di 11 kawasan, pembangunan infrastruktur permukiman di 9 kawasan perbatasan, dan penanganan kawasan permukiman kumuh di 30 kabupaten/kota.

Menteri Basuki Hadimuljono pada kesempatan tersebut mengimbau Ditjen Cipta Karya agar dapat membangun infrastruktur di daerah terpencil/pulau kecil yang belum tersentuh pembangunan.

Untuk Direktorat Pengembangan SPAM harus memprioritaskan pembangunan di daerah-daerah yang sulit air dan untuk meningkatkan kualitasnya, diharapkan bekerjasama dengan Ditjen Sumber Daya Air, sehingga masyarakat dapat langsung menerima manfaatnya.

Basuki menegaskan, prioritas kegiatan 2017 Ditjen Cipta Karya adalah pada sektor air minum, sanitasi, pengembangan kawasan permukiman dan penataan bangunan dan lingkungan.

“Saya harap kita semua bekerja lebih tertib, baik dan menjaga integritas serta loyalitas terhadap instansi ini, dan selalu meningkatkan kekompakan untuk mengerjakan tugas/amanah yang ada. Selain itu, saya harap juga untuk Ditjen Cipta pada Oktober sudah ada yang diidentifikasi lelang dini untuk 2017,” tutur Basuki.(ditjen cipta karya/bnc)