Lestarikan Kawasan Pesisir, Perlu Alternatif Mata Pencarian Nelayan Pulau Terluar

SAMARINDA – Pengembangan mata pencaharian alternatif bagi nelayan di Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau yang merupakan salah satu pulau terluar, harus diupayakan agar tekanan terhadap sumber daya pesisir dan laut dapat diminimalisir sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.

Kepala Badan Pembangunan Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltim, Frederik Bid melalui Kepala Bidang Pembinaan Ekonomi dan Dunia Usaha, Husaini mengatakan, pengembangan mata pencaharian alternatif tersebut telah dilakukan dengan perkenalan budidaya perikanan bernilai ekonomis tinggi melalui jaring apung.

"Jaring apung adalah model budidaya perikanan yang bernilai ekonomi tinggi. BPPD Kaltim akan terus memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan kepada masyarakat perikanan setempat. Bukan itu saja, kami juga telah memberikan bantuan alat mesin pengolah pakan ikan kerapu," kata Husaini sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id.

Menurut Husaini, tekanan terhadap pemanfaatan sumber daya pesisir dan laut akan mengalami sejumlah kemungkinan yang terjadi diantaranya akan terjadi tangkapan berlebih dan penurunan kualitas tangkapan yang berdampak pada penurunan pendapatan nelayan.

"Maka penting dilakukan upaya mencari jalan keluar mengatasi persoalan tersebut melalui pengembangan mata pencarian alternatif dengan budidaya ikan dalam jaring apung yang diharapkan nantinya ada perbandingan pendapatan pada nelayan yang hanya melakukan penangkapan ikan di laut dan nelayan yang beralih ke mata pencarian alternatif," katanya.(rus/sul/es/humasprov/bnc).