Kaltim Siap Bangun Pembangkit Listrik 1.000 MW, Berau Juga Ada

SAMARINDA – Pemprov Kaltim merencanakan percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik 1.000 Megawatt (MW) dari PLTU mulut tambang dengan membentuk satuan kerja percepatan pembangunan pembangkit tenaga listrik 1.000 MW. Rencana ini sekaligus untuk mendukung sukses program nasional pembangunan pembangkit tenaga listrik 35.000 MW.

"Kami telah merencanakan menyumbang 10.000 MW. Kami akan memulai merealisasikan tidak langsung 10.000 MW, tapi 1.000 MW. Untuk tahap pertama 1.000 MW ini, sudah ada beberapa perusahaan yang sudah memiliki komitmen untuk membangunnya," kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat menerima kunjungan salah satu investor dari PT Moa Maju Kurnia Utama (MMKU), Senin (22/8/2016) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id. MMKU berencana membangun pembangkit listrik di Kaltim.

Adapun beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi untuk membangun PLTU tersebut diantaranya PT Jhoswa Mahakam Mineral yang akan membangun 2 x 100 MW di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Bhakti Energi Persada dengan membangun pembangkit sebesar 2 x 100 MW di Muara Wahau, Kutai Timur. Kemudian PT Toba Group dengan membangun sebesar 2 x 200 MW di Samboja, Kutai Kartanegara dan beberapa perusahaan lain di Kutai Kartanegara, Berau dan Bontang.

"Kita sudah bertekad, kalau kita akan bangun 1.000 MW. Kita akan sesuaikan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN agar PLN mau menerima untuk bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Terutama dalam kaitannya untuk memperkuat Sistem Mahakam," katanya.

Mengenai kaitannya dengan PT MMKU, Awang menuturkan, perusahaan tersebut belum memiliki tambang batubara di Kaltim sehingga perusahaan tersebut ditawarkan untuk membangun pembangkit listrik di Kawasan Industri Maloy, Kutai Timur agar para investor yang ingin membangun industri di kawasan industri bisa segera terealisasi dengan dukungan ketersediaan listrik yang cukup.

"Kami menginginkan listrik untuk kawasan industri yang ada di Kutai Timur dan Balikpapan. Kalau berkenan, kita akan segera lakukan kerjasama dengan PT MMKU," katanya.

Sementara itu, Direktur PT MMKU Ihwan Limanto mendukung apa yang telah menjadi program pemerintah dalam pengembangan pembangunan pembangkit listrik terutama di Kaltim.

"Kita setuju dengan pembangunan pembangkit listrik di Maloy agar investor bisa segera dapat membangun industrinya di kawasan tersebut. Kita memang akan memulainya dari sana (Maloy). Kalaupun itu menjadi 1.000 MW, nanti kita upayakan pembangunannya dapat terkoneksi dengan Sistem Mahakam," katanya. (rus/sul/es/humasprov/bnc)