Men PAN-RB : Kerja Nyata Jangan Hanya Jadi Slogan

JAKARTA – Untuk pertama kalinya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Asman Abnur menjadi Inspektur Upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. Upacara yang diikuti oleh seluruh pegawai Kementerian, dimulai pada pukul 07.00 Wib dan berlangsung secara khidmat di lapangan Kementerian PAN-RB, Rabu (17/8/2016).

Sesuai dengan tema HUT Kemerdekaan RI tahun ini, yakni Kerja Nyata, Menteri Asman menegaskan, kerja secara nyata harus benar-benar dilakukan.

“Kerja nyata bukan hanya slogan semata melainkan sebuah gerakan. Hanya melalui kerja nyata, sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya,” tegasnya saat menyampaikan pidatonya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi menpan.go.id.

Dalam kesempatan itu, Asman mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mewujudkan tema ini.

“Pergerakan yang ingin kita bangun adalah kerja nyata, membangun mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka 100 persen,” imbuhnya.

Tema dari kerja nyata memiliki 4 pesan utama, yakni Pertama, kerja nyata merupakan penyulut bagi ASN untuk bekerja lebih baik dalam melayani masyarakat. Kedua, kerja nyata kita dituntut untuk membuka pikiran dan hati agar mau bekerja keras dengan semua pihak dalam mensukseskan pembangunan nasional, mewujudkan reformasi birokrasi dan mewujudkan pemerintahan kelas dunia. Ketiga, untuk bekerja secara profesional dan akuntabel didasari dengan integritas. Terakhir, perlunya inisiatif dan komitmen dari segenap ASN untuk bekerja diluar kebiasaan, out of the box dan senantiasa mencari ide-ide baru demi meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan.

Sebagai aparatur negara, sudah seharusnya mengisi kemerdekaan dengan bekerja lebih produktif sehingga pelayanan prima dapat dirasakan masyarakat. Melalui kerja yang produktif sebuah bangsa akan meraih kemakmuran dan kejayaannya serta melanjutkan kemerdekaan yang telah dicapai para pahlawan. Namun kerja yang dimaksud bukanlah semata-mata kerja biasa, melainkan kerja luar biasa.

“Kita harus mengisi kemerdekaan dengan lebih produktif agar apa yang menjadi cita-cita para founding father (bapak pendiri bangsa-red) dapat tercapai,” ujarnya.

Semakin hari, tantangan yang dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia akan semakin besar dengan persaingan yang semakin ketat. Tantangan politik dan keamanan global sudah semakin berat dan semakin beragam. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama dan gotong royong yang melibatkan seluruh bangsa tanpa terkecuali. Beberapa pelajaran penting dari negara maju, menunjukan jika prestasi dalam bidang ekonomi, sosial, politik, teknologi dan budaya mustahil dicapai hanya dengan cita-cita saja, melainkan harus dilengkapi dengan konsistensi kerja.

“Bukan hanya urusan rakyat, para pemimpin harus mampu memberi contoh gotong royong dalam bekerja. Gotong royong harus menjadi jiwa gerakan perayaan 71 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula, Menteri PAN-RB menganugerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya sebagai penghargaan atas Dharma Bakti Pegawai Negeri Sipil kepada 58 pegawai di Kementerian PANRB.(twi/rr/humas menpanrb/bnc)