Tuntaskan Pelabuhan Mantaritip, Pemkab Jajaki Kerjasama Pelindo IV

TANJUNG REDEB – Setelah memperpanjang kerjasama pengelolaan pelabuhan Tanjung Batu yang menjadi pelabuhan umum bersama PT Pelindo IV (persero), Pemkab Berau juga berupaya menuntaskan pembangunan pelabuhan laut Mantaritip di Kecamatan Sambaliung.

Pelabuhan yang dibangun pemerintah pusat sejak beberapa tahun lalu ini, memiliki potensi besar sebagai kawasan pelabuhan baru di Bumi Batiwakkal. Menuntaskan dan mengoptimalkan keberadaan pelabuhan Mantaritip, Pemkab Berau juga menjajaki kerjasama dengan PT Pelindo IV.

Dalam pertemuan bersama Direktur Utama PT Pelindo IV, Doso Agung, Senin (8/8/2016) kemarin. Bupati Berau, Muharram, memaparkan keberadaan pelabuhan mantaritip dan potensi serta tahapan pembangunan yang telah dikerjakan.

Dikatakan Muharram, kawasan pelabuhan di Mantaritip memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pelabuhan peti kemas. Untuk itu, Muharram berharap ada kerjasama dengan Pelindo IV sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pengelola pelabuhan di wilayah Indonesia Timur, membantu menuntaskan pembangunan dan bersama melakukan pengelolaan pelabuhan mantaritip.

Muharram berharap dukungan dari Pelindo IV untuk mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat agar pelabuhan laut ini bisa segera tuntas dan bisa dioperasikan. Dukungan dari kerjasama Pelindo IV ini diharapkan Muharram akan mempercepat pembangunan.

“Kami berharap dengan kerjasama ini ada dukungan ke pemerintah pusat agar pembangunan pelabuhan ini bisa dipercepat,” ungkapnya.

Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung, siap menjajaki kerjasama dalam pembangunan dan pengelolaan pelabuhan mantaritip. Langkah awal ditegaskannya akan dilakukan peninjauan lapangan terkait keberadaan pelabuhan yang telah terbangun hingga saat ini.

Selanjutnya Pelindo IV akan melakukan kajian teknis bersama Pemkab Berau sebagai bahan menyusun proposal kepada pemerintah pusat. Kajian ini dikatakannya sangat penting untuk menggambarkan potensi wilayah dan keberadaan pelabuhan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk kesiapan lahan pelabuhan.

“Kami siap untuk bekerjasama dan kita akan lakukan kajian teknis bersama untuk disampaikan ke pusat,” ungkapnya.

Dalam pengembangan pelabuhan mantaritip ini, dikatakan Doso, harus tidak hanya pada sisi dermaga, namun kawasan pelabuhan menjadi kawasan ekonomi khusus juga harus disiapkan sejak awal. Untuk itu, diharapkan Pemkab Berau telah menyiapkan lahan pengembangan kawasan pelabuhan secara terpadu, termasuk mempersiapkan badan jalan masuk pelabuhan yang diperhitungkan puluhan tahun ke depan.

“Saran kami, kita siapkan kawasan pelabuhan termasuk penetapan garis sempadan bangunan sejak awal untuk pengembangan ke depan,” ucapnya.

Pelabuhan Mantaritip disampaikannya memiliki potensi besar sebagai kawasan industri. Berau yang berada di tengah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara akan memacu pertumbuhan kawasan ekonomi ini. Pelabuhan mantaritip akan bisa menjadi pelabuhan konsolidator yang akan menjadi pusat ekspor impor. Dengan adanya kawasan industri yang lahannya telah disiapkan pemerintah daerah, akan memberikan kemudahan kepada investor dan mempercepat menumbuhkan usaha baru di daerah.

“Jadi dalam kerjasama nanti, Pemkab yang memiliki lahan, Pelindo yang akan melakukan pengelolaan dengan pola kerjasama operasional,” pungkasnya.(hms4/sai)