Doyan “Jajan” Wajib Tahu Ini, Jika Tak Ingin Menyesal

BATU PUTIH – Peringatan keras bagi pria hidung belang yang doyan “jajan” ke tempat prostitusi di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Berau. Pasalnya, berdasarkan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau, salah seorang wanita penghibur positif HIV.

Tidak itu saja, Dinkes baru-baru ini juga mendata sedikitnya belasan pria menderita penyakit sipilis. Penyebabnya? sudah jelas “jajan” sembarangan. Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Berau, Totoh Hermanto melalui Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Andarias Baso.

Dikatakannya, berdasarkan pemeriksaan pihaknya setelah lebaran lalu, salah seorang PSK yang bekerja di salah satu THM di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih dinyatakan positif HIV/AIDS.

“Empat hari setelah lebaran kita periksa, baru satu yang kita dapat, itu di Lenggo (Kampung Tembudan-red) Batu Putih. Kalau yang ditempat lain itu belum ada,” bebernya pada beraunews.com, Rabu (3/8/2016).

Hanya disayangkannya, wanita penghibur tersebut tiba-tiba menghilang saat pihaknya hendak melakukan pengobatan. Bahkan, pihaknya juga sempat berupaya mengkonfirmasi pengelola THM terkait keberadaan wanita tersebut.

“Kita tidak tahu kemana perginya. Pengelola THM juga sepertinya tidak bertanggung jawab, karena membiarkan wanita itu pergi sebelum diberikan pengobatan,” ujarnya.

Disamping mendapati PSK yang positif HIV/AIDS, pihaknya juga mendata sedikitnya ada sekitar 18 pria yang menderita penyakit sipilis akibat “jajan” malam yang tidak terkontrol. Selain “jajan” dikatakan Andarias, ada kemungkinan penyakit tersebut tertular melalui tempat tempat atau wadah yang pernah digunakan oleh orang yang menderita penyakit sipilis.

Ia menjelaskan, seperti penggunaan handuk orang yang kena sipilis kemudian digunakan oleh orang tidak kena sipilis, maka orang tersebut memiliki kemungkinan tertular sipilis. Tidak hanya itu, benda-benda seperti gagang pintu WC yang dipegang orang yang terjangkit sipilis setelah memegang kemaluannya juga berpotensi tertular sipilis, jika orang tersebut juga memegang kemaluannya.

“Tapi itu jarang terjadi, yang paling banyak terjadi itu karena hubungan badan,” ungkapnya.

Bagi yang menderita penyakit sipilis, dikatakan andarias jangan khawatir, karena penyakit tersebut bisa disembuhkan, terpenting jangan malu untuk memeriksakan diri. Kebanyakan pria yang mengalami penyakit tersebut enggan untuk memeriksakan diri karena malu dan takut.

“Jangan malu, identitas kita rahasiakan,” pungkasnya.(hir)