Satu Warga Berau Penumpang Kecelakaan Speedboat Harapan Baru Express di Tana Tidung

 

TARAKAN – Kecelakaan laut speedboat kembali terjadi di laut Kalimantan Utara (Kaltara). Kali ini, dialami Speedboat (SB) Harapan Baru Express di daerah Sangkong, Kabupaten Tana Tidung, Selasa (22/05/2018) siang.

Speedboat tersebut diketahui bermuatan 28 penumpang dan berangkat dari Malinau pukul 12.00 Wita menuju Pelabuhan Umum Tengkayu 1 SDF Tarakan. Kronologis kejadian yang diterima beraunews.com, pada saat membawa Speedboat, motoris yang bernama Dahlan diduga dalam kondisi mengantuk, sehingga kapal dengan kecepatan tinggi ke pinggir menabrak pohon nipah.

Dalam kecelakaan tersebut, untuk sementara diketahui 5 korban meninggal dunia, dan 8 korban lainnya luka parah, dibawa ke rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan dan langsung dirawat Instalasi Gawat Darurat (IGD). Salah satu korban yang dirawat, diketahui bernama Sapri (46), warga Jalan Rambutan RT 4 Kampung Labanan Makmur, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau.

Dikonfirmasi beraunews.com, Rabu (23/05/2018) pukul 01.00 WITA, terkait salah seorang warganya yang menjadi korban, Kepala Kampung Labanan Makmur, Mupit Datusahlan membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, Sapri memang menjadi salah satu penumpang SB Harapan Baru Express yang mengalami kecelakaan siang tadi.

“Iya, Sapri adalah warga kami dengan tempat kelahiran di Lombok Timur pada tanggal 06 Juni 1972. Dan sudah saya lacak juga barusan, bahwa yang bersangkutan (Sapri-red), positif dirawat di IGD RSUD Tarakan,” ucapnya.

“Di sini (Labanan Makmur-red), alamat rumah Sapri ada dua, yakni di Jalan Mangga Besar (Toko Rinjani Makmur) dan alamat rumah lainnya di Jalan Rambutan RT 04,” tambahnya.

Lalu bagaimana kondisi Sapri saat ini, ditanya begitu, Mupit mengaku belum mengetahui secara pasti kondisinya. Pasalnya, ponsel Sapri hingga saat ini tak kunjung aktif.

“HP beliau (Sapri-red) coba saya hubungi tidak aktif. Tapi info yang saya terima, bahwa yang mengalami patah kaki itu, teman beliau atas nama Nazim. Namun, kami akan terus mencari tahu bagaimana keadaan beliau,” tuturnya.

“Kami juga mohon do’a dari seluruh masyarakat Berau, agar warga kami atas nama Sapri dalam keadaan yang baik-baik saja, Aamiin Aamiin YRA,” harapnya.

Terkait tujuan keberangkatan Sapri, Mupit mengatakan, besar kemungkinan yang bersangkutan sedang mengurus bisnis gaharu, yang memang selama ini menjadi mata pencahariannya.

“Sapri merupakan salah satu pengusaha gaharu, dan di Labanan Makmur ia mempunyai penyulingan gaharu terbesar. Jadi, ada kemungkinan Sapri dalam perjalanan urus bisnis gaharunya,” tandasnya.

Berdasarkan data sementara, 5 korban meninggal dunia, yakni:

  1. Nadira Nayara PM (bayi), warga Jalan Pusat Pemerintahan RT 10 Malinau
  2. Stepanus Lie (52), warga Tanjung Kranjang Malinau
  3. Kristina Ambarwati, warga Jalan Asrama 614 Malinau
  4. Novita Lestari Ismail (21), warga Selumit Pantai Tarakan
  5. Eko Prasetyo (26), warga Jalan Imam Bonjol RT 19 Tarakan.(NR. Dewi/bnc)