Tanjung Redeb, Kota “Tanpa” Pasar

 

TANJUNG REDEB - Tanjung Redeb merupakan ibukota Kabupaten Berau. 30,35 persen penduduk Kabupaten Berau bertempat tinggal di ibukota Tanjung Redeb. Tanjung Redeb merupakan salah satu kota yang cukup pesat perkembangannya.

Tapi ada satu hal yang menarik perhatian, dan menjadi pertanyaan besar, apa yang menjadi pertimbangan pemerintah daerah untuk tetap kukuh tidak membangun sebuah pasar di Tanjung Redeb sebagai ibu kota. Berau memang punya pasar yang wah, yang megah untuk sekelas pasar. Tapi itu di Teluk Bayur, sebuah kecamatan yang letaknya cukup jauh dari pusat kota.

Kita tidak ingin membahas terlalu jauh kenapa pasar yang sangat wah tersebut dibangun di sana. Itu mungkin ada pertimbangan lain yang baik menurut pemerintah daerah saat itu. Tapi menurut saya, itu sangat disayangkan. Karena akhirnya pasar tersebut mungkin menjadi dilema bagi pemerinta daerah saat ini.

Di sisi lain, Tanjung Redeb sangat memerlukan sebuah pasar. Tapi di sisi lain juga, jika di Tanjung Redeb dibangun pasar, maka mungkin saja pasar yang di Kecamatan Teluk Bayur tersebut, yang dibangun dengan biaya cukup besar itu, bisa saja mati ataupun menjadi bangunan tak berpenghuni. Karena di Teluk Bayur sendiri juga sudah ada pasar yang berdiri tepat di tengah-tengah pemukiman padat penduduk, di ibu kota Kecamatan Teluk Bayur.

Tapi bagaimanapun juga, masyarakat Kota Tanjung Redeb harus punya pasar. Masa sih kota berpenghuni 66.541 jiwa dari 219.263 jiwa, tidak punya pasar? Mau disuruh beli ke mana? Haruskah para ibu-ibu setiap hari menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah di perjalanan untuk menuju dan pulang dari pasar tersebut hanya untuk membeli satu ikat sayur dan satu kilo ikan?

Bahkan mungkin masih banyak ibu-ibu yang sampai detik ini belum pernah menginjakkan kakinya ke pasar yang konon wah tersebut. Seandainya pun ada ibu-ibu yang belanja ke sana, mungkin hanya satu bulan sekali saja, atau mungkin hanya menjelang lebaran tiba.

Jangan pernah samakan pasar dengan Kantor DPRD, ataupun kantor-kantor pemerintahan lainnya yang bisa dibangun dimana saja sebagai rencana jangka panjang untuk perluasan kota. Pasar adalah fasilitas yang paling vital dalam area atau wilayah yang padat penduduk. Jadi, jangan pernah paksakan membangun pasar dengan dalih perluasan kota.

Tapi ya sudahlah, itu sudah berlalu. Yang terpenting sekarang apa solusinya? Mungkin tak perlu bangunan pasar yang wah, karena saat ini yang dibutuhkan bukan masalah wah atau megahnya bangunan tersebut, tapi manfaat dan nilai gunanya.

(*Opini Dikutip dari Akun Facebook Banuangku)