Akhirnya, Misteri Batu Tersusun Rapi Terjawab

 

JAWA BARAT – Baru-baru ini warganet dihebohkan dengan fenomena yang dinilai tak bisa diterima akal sehat. Bagaimana tidak, foto hingga video amatir memperlihatkan tumpukan batu aneh dengan jumlah cukup banyak di Kampung Cibijong RT 01/01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Sontak, dalam waktu singkat kejadian ini sudah menyita perhatian publik dan banyak pihak yang mengaitkannya dengan kebiasaan warga sekitar, serta tak sedikit beranggapan jika hal tersebut ada hubungannya dengan hal-hal mistis.

Dari beberapa sumber yang dilansir beraunews.com menyatakan, jika batu tersebut berjumlah tak kurang dari 90 buah, dan dengan banyaknya perdebatan di media sosial yang membahasnya, lantas postingan tersebut pun menjadi viral dan kemudian sampailah kabar tersebut ke telinga pejabat kampung setempat, salah satunya Camat Cidahu, Ading.

"Setelah mendapat informasi saya langsung ke lokasi, saya serap informasi dari warga yang mengaku melihat sejumlah orang yang membuat batu-batu itu menjadi bersusun. Dan Alhamdulillah, hari itu juga saya bersama aparat MUI dan Muspika Kecamatan Cikidang langsung menghancurkan batu-batu itu,” katanya, Sabtu (03/02/2018) sebagaimana dilansir beraunews.com dari laman detikcom.

 

Setelah ditelusuri secara mendalam mengenai kejadian ini, ternyata ini hanyalah sebuah karya seni yang dibuat oleh komunitas dengan akun instagram @balancingartindonesia, yang dimana jika dilihat dalam profilnya, nampak begitu jelas jika komunitas ini mempunyai cara yang unik untuk menghasilkan sebuah karya seni.

Tak hanya batu, ternyata balancingartindonesia ini juga kerap menyusun beberapa benda lainnya seperti telur, koin, kaca, dan sebagainya.

Melihat kejadian yang menghebohkan jagat maya tersebut, admin pemegang akun tersebut menulis jelas jika maksud dan tujuannya tak lain untuk mengingatkan betapa pentingnya menjaga alam dan kebersihannya, serta dampak dan akibat yang dirasakan kepada manusia itu sendiri.

“Semua dilakukan bertepatan dengan momen gerhana kemarin, tidak ada unsur membuat kehebohan bahkan menciptakan sebuah mitos, semua hanya karya seni,” tulisnya.(Miko Gusti Nanda/bnc)