Mahar Politik…

 

TANJUNG REDEB – Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan dengan pemberitaan dugaan mahar politik Prabowo, yang lagi viral atau diviralkan saat ini. Aneh, kita yang mengaku hidup dan besar dijaman now seoalah-olah terperangah dan seakan-akan baru tahu kalau mahar politik itu ada.

Hey,para kecebong (sebutan untuk pendukung politik pihak tertentu), yang giat memviralkan bahkan ngebully, kemana aja kalian selama ini, kemana kalian saat kursi-kursi menteri dibagi-bagi oleh partai politik pendukung pemerintah, bukankah itu bagian yang paling sadis dalam sistem mahar politik, kenapa saat itu kalian pada diam?

Kita di sini tidak berbicara benar atau salah dengan sistem mahar politik, kita di sini hanya ingin agar supaya kita bisa lebih berpikir cerdas dan lebih objektif dalam melihat sesuatu.

Satu hal yang perlu kita ketahui, partai politik bukanlah sebuah perusahaan yang bisa menghasilkan uang dari penjualan barang. Jadi sudah pasti semua partai politik bisa bergerak melalui mahar-mahar politik ataupun upeti-upeti dari janji-janji politik, yang entah bagaimana caranya, yang pasti semuanya lewat mahar politik. Itulah sistem politik kita, yang 100 persen salah tapi 100 persen semua partai politik melakukannya.

Masih jelas diingatan saya ketika pilkada di Berau kmrin, begitu viralnya mahar politik yang berhembus agar koalisi-koalisi bisa tercapai untuk syarat pencalonan, atau yang paling terupdate saat ini, mantan Bupati kita Makmur HAPK gagal dipencalonan partainya sebagai calon Gubernur Kaltim, yang padahal seluruh DPD se-Kaltim mengusungnya, entah apa alasannya, tapi menurut saya, hanya karena kurangnya mahar politik. Mahar politik yang saya maksud, bukan hanya berupa uang, bisa saja berupa jabatan, janji-janji perusahaan, upeti bulanan, atau apapun bentuknya. Intinya politik tak mungkin bisa lepas dari mahar politik.

Jadi, yang jadi pertanyaan saya, ada apa dengan La Nyala Matalitti, siapa yang berada dibaliknya, mungkinkah dia berbicara secara tulus hanya karena hatinya yang baik, atau adakah mahar politik yang lain yang telah dijanjikan kepadanya oleh lawan-lawan politik Prabowo.

Saya di sini tidak membela siapa-siap, saya hanya tidak mau ada pembunuhan karakter terhadap seseorang, hanya untuk kepentingan seseorang.

Satu yang pasti, mahar politik itu adalah sebuah dosa besar kepada rakyat, sebuah kejahatan terorganisir, tapi menjadi sesuatu yang dilumrahkan oleh negara. Jadi janganlah kita tunjuk satu orang, mari kita tunjuk semuanya. Karena itu lebih adil dan lebih bijak.

(*Opini Dikutip dari Akun Facebook Banuangku)