Meningkatnya Jamaah Haji yang Wafat Harus Jadi Perhatian

 

JAKARTA – Meningkatnya jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci harus menjadi perhatian serius pemerintah, terutama Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Tahun ini jamaah haji yang wafat mencapai 558 orang.

Demikian dikemukakan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Noor Achmad di sela-sela rapat kerja dengan tiga kementerian, yaitu Kemenag, Kemenkes, dan Kemenhub di DPR, Senin (04/12/2017). Dari 558 yang wafat, 533 dari haji regular dan 25 dari haji khusus. Layanan kesehatan, asuransi, dan kerja sama dengan otoritas kesehatan di Arab Saudi perlu ditingkatkan kembali.

“Soal banyaknya jamaah yang meninggal, apakah karena pelayanan kesehatan yang perlu ditingkatkan atau petugas kesehatannya yang perlu ditambah,” ucapnya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman dpr.go.id.

Senin sore itu, Komisi VIII menggelar rapat dengan tiga kementerian untuk mengevaluasi pelaksanaan haji tahun 2017. Secara umum, nilai Noor, pelaksanaan haji tahun ini cukup baik dengan tingkat kepuasan jamaah mencapai 85 persen.

Hanya saja angka jamaah yang wafat lagi-lagi mengundang perhatian dan pertanyaan Komisi VIII. Peningkatan angka yang wafat memang dibarengi dengan jumlah kuota yang juga meningkat. Tahun 2016, jumlah jamaah yang wafat di bawah 400 orang.

“Itu jumlah yang cukup besar yang tidak boleh kita abaikan. Ini harus kita tekan betul supaya jangan sampai banyak yang meninggal,” ujar Noor lagi.

Hadir dalam rapat kerja tersebut Menteri Agama Lukman Saifuddin. Sementara Kemenkes dan Kemenhub diwakili pejabat eselon satu. Rapat sendiri dipimpin Ketua Komisi VIII Ali Tahwer Parasong. Noor kembali menuturkan, mungkin tahun depan selain layanan kesehatannya, jumlah tenaga medis perlu ditambah untuk meningkatkan layanan kesehatan yang lebih baik. Ini juga bisa menekan umlah jamaah yang wafat.(mh,sc/bnc)