Gubernur: PLTN Pilihan Tepat Masa Depan

 

JAKARTA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang hadir dalam peresmian fasilitas Iradiator Gamma Merah Putih (IGMP) di Kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (15/11/2017) mengatakan, jawaban yang sesuai visi dan misi RPJMD Kaltim 2013-2018 mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis sumber daya alam dan energi terbarukan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Ini akan menjadi pilihan tepat pada masa mendatang.

"Namun pembangunan PLTN hanya bisa dilakukan jika Presiden merestui. Pemprov Kaltim hanya bisa mengusulkan, tapi tak punya kewenangan lebih dari itu. Namun kita tetap optimistis proyek tersebut bisa dilakukan di Kaltim," katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman kaltimprov.go.id, Jumat (17/11/2017).

Awang menambahkan, masyarakat tidak perlu kawatir. Pengembangan nuklir tidak berbahaya, karena terbukti sudah 443 negara yang membangun 443 PLTN. Harus dipahami pula bahwa pembangunan PLTN dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bermanfaat besar untuk mendukung teknologi pertanian, perikanan dan kesehatan serta bidang lainnya.

"Kita harapkan banyak mahasiswa yang meminati bidang ketenaganukliran untuk dikirim keluar negeri seperti ke Rusia untuk belajar pengembangan ketenaganukliran di segala bidang kehidupan," bebernya.

Di Kaltim pemanfaatan nuklir sudah dilakukan RSUD AWS Samarinda, dimana pelayanan kedokteran nuklir untuk pencegahan dan pengobatan penyakit kanker sudah dinikmati masyarakat.

Pada kawasan yang sama, Wapres Jusuf Kalla juga meresmikan laboratorium radioisotop dan radiofarmaka di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Dalam kesempatan tersebut, Wapres JK berpesan kepada Gubernur Kaltim, agar Pemprov Kaltim segera merealisasikan dan memanfaatkan nuklir untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama bidang pertanian, kesehatan, peternakan sehingga daya saing Kaltim dapat terus meningkatkan dan bersaing di level nasional dan internasional.

Dikatakan, IGMP dibangun untuk menjawab kondisi pengolahan pasca panen Indonesia sebagai negara agraris dan maritim. Potensi produk pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan sangat melimpah. Begitu laboratorium PTRR difungsikan untuk memproduksi radioisotop dan radiofar, maka yang sangat berguna bagi dunia kesehatan. (mar/sul/ri/humasprov/bnc)