Belum Rekam E-KTP, Warga Terancam Tak Miliki Hak Suara

SAMARINDA - Mengkhawatirkan hilangnya hak suara yang semestinya dimiliki warga akibat belum rekam E-KTP, Anggota Komisi I DPRD Kaltim, Jafar Haruna mendorong warga agar sesegera mungkin mengurus perekaman E-KTP bagi yang belum. Selain warga, pemerintah daerah, dalam hal ini petugas perekam E-KTP juga diminta agar bergerak cepat memproses perekaman dengan benar.

“Yang sering dikeluhkan warga adalah blanko E-KTP yang sering habis, kalau ini solusinya surat keterangan yang menyatakan bahwa perekaman E-KTP sedang diproses,” katanya sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman dprd-kaltimprov.go.id, Rabu (25/10/2017).

Terkait perekaman E-KTP tersebut, dari data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda misalnya, dari jumlah warga Samarinda yang mencapai 931 ribu jiwa. 650 ribu jiwa dinyatakan memiliki hak suara, namun baru 500 ribu lebih jiwa yang memiliki E-KTP. Sementara sisanya belum dan sebagian lainnya dalam proses perekaman.

“Ini baru data untuk area Kota Samarinda, belum daerah-daerah lain khususnya di Kalimantan Timur. Padahal kepemilikan E-KTP menjadi dasar seorang warga negara dapat menggunakan hak suaranya. Sangat disayangkan jika terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap namun belum memiliki atau merekam data E-KTP,” urainya.

Anggota DPRD Kaltim asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda ini juga mengingatkan kepada warga untuk memastikan bahwa dirinya masuk dalam Data Pemilih Tetap (DPT). Selain itu Jafar juga mengingatkan pemerintah daerah untuk terus melakukan sosialisasi kepada warga terkait syarat dan ketentuan terkait hak warga untuk memiliki dan menggunakan hak suaranya.

“Hal ini sebagai bentuk sosialisasi, warga juga diberi pemahaman mengenai aturan dalam pemilu maupun pilkada. Sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga pentingnya menggunakan hak suara dengan baik,” sebut Jafar.(hms5/bnc)