Wartawan Bisa Membuat yang Kecil Jadi Besar, yang Besar Jadi Kecil, Bijaksanalah!!!

 

TANJUNG REDEB- Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Berau, di Pulau Maratua pada Rabu (16/08/2017) hingga Kamis (17/08/2017), resmi dibuka Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo.

UKW yang diikuti 10 wartawan dari media cetak maupun elektronik tersebut, merupakan instruksi dari PWI Kaltim kepada PWI Berau, usai pelantikan PWI Berau beberapa bulan lalu.

Dalam sambutannya, pria yang juga menyenangi dunia jurnalistik tersebut menyambut hangat atas penyelenggaraan UKW sebagai wadah sertifikasi para wartawan yang ada di Berau.

“Sejak awal saya sadari dalam diri saya memang ada darah jurnalistik, sebab dari dulu memang saya menyukai jurnalistik. Saya juga suka membaca dan menulis, sampai sekarang pun tetap. Sehingga dengan teman-teman wartawan mengadakan UKW ini saya sangat mendukung dan mengapresiasinya,” ungkapnya saat memberikan sambutan, Selasa (15/08/2017).

Melalui pelaksanaan UKW tersebut, ia juga menyampaikan beberapa pesan untuk seluruh wartawan. Salah satunya agar seluruh wartawan dapat memilah berita yang bisa berdampak negatif terhadap sektor pariwisata. Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh rekan wartawan agar tidak mudah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang dapat berujung pada kredibilitas wartawan maupun media terkait.

“UKW ini semacam penegasan legalitas profesi wartawan. Jadi pada momen tertentu kita bisa melihat mana yang memang benar wartawan, dan mana yang mengaku-ngaku wartawan. Menjadi wartawan ini tanggung jawabnya dunia akhirat, sebab wartawan bisa membuat sesuatu yang kecil jadi besar, yang besar jadi kecil. Artinya luar biasa yang bisa dilakukan seorang wartawan,” tuturnya.

Tak hanya itu, Wabup juga mengatakan agar setiap wartawan dapat memiliki sikap yang bijaksana dalam menuliskan sebuah berita.

“Tidak semua kebenaran itu harus ditulis. Tapi saya juga bukan mengajarkan untuk menulis kebohongan. Kalau kebenaran itu membawa ketidakbaikan atau berdampak buruk, untuk apa? Pertimbangkan kebaikannya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PWI Berau, Abdul Azis Sakti, yang sekaligus mewakili Ketua Panitia, Arie Pramana Putra mengatakan, pelaksanaan UKW tersebut seharusnya dilakukan pada Juli lalu, namun tertunda hingga Agustus. Adapun jumlah peserta UKW yang akan mengikuti ujian pada esok hari berjumlah 10 peserta dari berbagai media, baik cetak maupun elektronik.

“UKW ini terlaksana atas dukungan jajaran Pemkab dan Camat Maratua, jadi kami ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan hingga terlaksananya UKW pertama kali di Berau ini. Dan untuk UKW kali ini peserta ditingkat muda ada 8 orang, tingkat madya tidak ada, dan tingkat utama 2 orang,” jelasnya.

Adapun tujuan dilaksanakannya UKW tersebut ialah untuk perbaikan serta meningkatkan profesionalitas para wartawan terhadap narasumber. Bahkan dikatakannya, tidak menutup kemungkinan, sewaktu-waktu narasumber berhak menolak wawancara dengan wartawan yang belum pernah mengikuti UKW. Selain itu, UKW juga merupakan syarat mutlak untuk bergabung di PWI Berau.

“Narasumber bisa saja berhak menolak wartawan yang belum pernah ikut UKW. Sebab UKW adalah salah satu yang menyatakan legalitas dan apakah wartawan itu berkompeten atau tidak,” tandasnya.(Marta/*bnc)