Kaltim Peringkat 2 Nasional Penyalahgunaan Narkoba, Berikut Tanggapan Warga

 

TANJUNG REDEB – Kaltim peringkat kedua nasional penyalahgunaan narkotika dengan jumlah pengguna 63 ribu lebih jiwa. Parahnya, pengguna barang haram tersebut telah menyentuh semua lapisan usia dan profesi. Prestasi pahit ini, mendapat tanggapan dari warga Berau.

“Menurut saya pribadi, karena kurang ketatnya penjagaan dari pihak Indonesia. Kalau di Kalimantan sini cuma jaga perbatasan saja yang diketatin, sedangkan jalur perdagangan tidak dijaga ketat,” ucap salah satu pemuda, Dhany, yang ditemui beraunews.com, Sabtu (12/08/2017).
 
Senada dengan Dhany, warga lainya, Jupri, juga mengatakan jika hal tersebut selain dapat dikatakan kurang ketatnya pengawasan daerah perbatasan, penyebab lainnya juga semakin pintarnya para oknum nakal pengedar tersebut.
 
“Walaupun sudah dijaga ketat, tetapi jika misalkan oknumnya ini cerdik, pasti bakalan lolos juga,” ungkapnya.
 
BACA JUGA : Peringkat 2 Nasional, Kaltim Darurat Narkoba
 
“Karna longgarnya pengawasan di bidang transportasi tentunya. Contohnya transportasi laut bisa dengan mudah masuk ke Indonesia tanpa pengawasan tertentu. Indonesia juga perlu memperketat pengamanan di bidang transportasi, mengingat batas negara kita sendiri yang sangat mudah dijangkau oleh negara tetangga,” ucap pemuda lainnya, Nelly Ruswana.
 
Warga lainnya mengungkapkan keprihatinannya terhadap fakta yang terjadi Tersebut.
 
"Miris sekali melihat fenomena tersebut, apalagi mengetahui jika ada anak usia dini yang sudah menyalahgunakan narkoba, seperti contoh misalnya lem,” ungkap salah satu warga lainnya, Saidil.
 
BACA JUGA : Berau Darurat Narkoba : 2 Hari, 2 Kasus
 
“Bisa saja karena negara tetangga pengedar tersebut bermaksud untuk merusak Indonesia melalui narkoba tadi,” tutup warga lainnya, Ananta.(bnc)
 
Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: Rita Amelia