Kualitas Hidup Kaltim Rangking 1 se-Indonesia

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memberikan apresiasi kepada Asia Competitiveness Institute (ACI) Lee Kuan Yew School of Publik Policy (LKYSPP), National University of Singapore (NUS) atas kerjasama yang telah melakukan penelitian kepada 34 Provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi Kaltim.

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan Provinsi Kaltim masih unggul dalam berbagai bidang, seperti kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur. Kaltim berhasil mempertahankan ranking 1 bertutrut-turut sejak 2015 lalu. Kemudian untuk daya saing dari seluruh provinsi di Indonesia, Kaltim tetap pada ranking 3 setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Kemudian stabilitas ekonomi makro Kaltim juga masih tetap bertahan pada ranking 4 setelah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat.
 
"Kita bersyukur, karena Provinsi Kaltim ternyata bisa mempertahankan ranking yang telah diraih sebelumnya. Bahkan untuk bidang pemerintahan dan institusi dari seluruh provinsi, kita masuk rangking 5 setelah DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Bali, dimana untuk bidang ini, pada tahun sebelumnya kita berada pada urutan 18. Ini keberhasilan yang cukup membanggakan," kata Awang Faroek Ishak usai mendengarkan presentasi hasil penelitian yang dilakukan ACI LKYSPP-NUS yang disampaikan Deputy Director ACI-NUS, Dr Mulia Amri di ruang pertemuan Tepian I Kantor Gubenur Kaltim, Kamis (10/09/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman kaltimprov.go.id.
 
Selain itu, lanjut Awang Faroek, untuk kondisi finansial dan tenaga kerja Provinsi Kaltim mengalami penurunan dari urutan 5 pada tahun sebelumnya (2016), dan tahun ini menjadi urutan 7 dari seluruh provinsi di Tanah Air. Penurunan tersebut tentu dipengaruhi oleh adanya penurunan harga minyak dan batu bara. Terkait hasil penelitian yang dilakukan ACI, Gubernur berharap kepada seluruh organisasi perangkat daerah, kiranya bisa mempertahankan hasil yang telah dicapai, kalau bisa kinerja terus ditingkatkan.
 
"Sementara hasil penelitian yang rendah, diharapkan kepada OPD untuk bisa mengevaluasi apa-apa saja yang menghambat program-program tersebut, dan segera dilakukan perbaikan, sehingga daftar indikator yang terendah atau kelemahan bisa didongkrak menjadi lebih baik," pesan Awang Faroek.  
 
Gubernur juga meminta kepada OPD di lingkungan Pemprov Kaltim untuk memberikan data yang benar dan terkini kepada ACI-NUS yang akan terun ke lapangan, karena data yang diberikan diharapkan bisa mendongkrak indikator-indikator yang dianggap rendah.
 
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Fareok Ishak didampingi Sekprov Kaltim, Rusmadi serta kepala OPD dan Biro di lingkungan Setprov Kaltim mendengarkan secara langsung hasil penelitian yang dilakukan ACI-NUS yang disampaikan Deputy Director ACI-NUS Dr Mulia Amri.
 
Hasil penelitian ACI-NUS bertujuan untuk menyebarluaskan hasil penelitian kepada komunitas internasional dan nasional, serta meningkatkan kolaborasi dengan mitra strategis untuk meningkatkan daya saing di Indonesia, serta untuk menggairahkan suasana persaingan yang sehat antar wilayah dan provinsi di Asia.(mar/sul/ri/humasprov/bnc)