Tiap Tahun Ada Ratusan Janda Muda di Berau

 

TANJUNG REDEB- Hampir setiap tahunnya perkara perceraian di Kabupaten Berau meningkat, dan hampir 80 persen pasangan dibawah umur 30 tahun mengajukan gugatan cerai atau talak di Pengadilan Agama Tanjung Redeb.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Tanjung Redeb, Kaspul Asrar, yang ditemui beraunews.com, Kamis (03/08/2017) mengatakan, dari tahun 2012 hingga tahun 2016, ada lebih 400 gugatan yang diputus oleh pengadilan agama atas perkara perceraian. Untuk tahun 2017 sendiri, hingga Agustus ini sudah sekitar 114 perkara.

Dikatakannya, perkara yang masuk di pengadilan sendiri rata-rata perceraian dibawah umur 30 tahun. Faktor-faktornya juga beragam, mulai dari salah satu pasangan yang ditinggal begitu lama hingga pertengkaran.

"Alasan ditinggalkan salah satu pihak di tahun 2017 ini rata-rata diatas 5 sampai 10 perkara setiap bulannya, sedangkan yang perselisihan maupun pertengkaran terus menerus, ada sekitar 18 sampai 30 perkara," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, perkara yang ditangani rata-rata pihak keluarga berdomisili di Tanjung Redeb yang lebih dominan, yang kedua Teluk Bayur, ketiga di Gunung Tabur.

"Tanjung Redeb saja untuk tahun ini ada sekitar 139 perkara, Teluk Bayur 38 perkara, sedangkan Gunung Tabur 30 Perkara," ucapnya.

Usia pernikahan para pasangan muda ini juga rata-rata masih dikategorikan antara 2 hingga 3 tahun. Permohonan cerai gugat atau cerai talak sendiri tak sepenuhnya diterima karena ada beberapa faktor yang tak memenuhi syarat.

"Untuk tahun ini ada sekitar 20 perkara juga yang dicabut oleh PA (Pengadilan Agama-red). Pencabutan juga ada yang selesai karena mereka mengurus secara kekeluargaan," tambahnya.(bnc)

Wartawan: Dedy Warseto/Editor: R. Amelia