Banyak Pedagang Daging Hewan Ternak Belum Mengetahui SKSR dan SKKH

 

TANJUNG REDEB – Dengan adanya program baru yang diterapkan pemerintah daerah, bahwa hewan ternak yang ingin disembelih atau diqurban harus wajib memiliki Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) dan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), untuk pemilik hewan ternak, ternyata belum sepenuhnya diketahui oleh pedagang.

Dari penelusuran yang dilakukan beraunews.com di Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), beragam jawaban pun didapat. Ada yang mengatakan telah mempunyai bahkan tahu akan surat tersebut, tetapi ada pula yang tidak mengetahuinya.

“Saya mempunyai SKSR tersebut, yang dimana jika daging sapi betina produktif, tidak diijinkan untuk dipotong”, ungkap salah satu pedagang, Budiyanto, yang ditemui beraunews.com, Rabu (02/08/2017).

BACA JUGA : Catat!!! Hewan Kurban Tahun Ini Wajib Memiliki Beberapa Surat Keterangan

Sedangkan pedagang daging ternak lainnya, ada yang mengatakan tidak tahu akan program baru tersebut, tetapi dia mempunyai salah satu surat keterangan tersebut.

“Program baru ini, saya kurang mengetahuinya. Tetapi jika ditanya masalah surat keterangan itu, saya punya satu surat yakni SKKH, itu juga didapat setelah diperiksa oleh petugas terkait,” ungkap pedagang lainnya, Supri.

Pedagang lainnya yang enggan menyebutkan namanya, justru mengaku tidak mengetahui apalagi mempunyai SKSR ataupun SKKH.

“Kalau masalah surat apalah itu, saya sendiri kurang tahu. Daging ini saja saya beli dari yang memproduksi hewan ternaknya,” imbuhnya.

Terlihat jelas jika masih sebagian besar penjual daging hewan ternak yang mempunyai SKSR dan SKKH. Bahkan ada pedagang yang masih tidak mengetahui akan surat tersebut.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: Rita Amelia