RSUD AWS Sudah Bisa Operasi Jantung Secara Mandiri

 

SAMARINDA – Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) telah melakukan evaluasi dan menilai Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) mampu secara mandiri untuk melakukan pelayanan operasi jantung dan pembuluh darah tanpa pendampingan dari RSJPDHK, kecuali untuk kasus-kasus sulit.

Hal tersebut sesuai dengan penandatanganan nota evaluasi rumah sakit jejaring RSJPDHK dan RSUD AWS Samarinda yang dilakukan oleh Direktur Utama RSJPDHK Hananto Andriantoro dengan Direktur RSUD AWS Samarinda Rachim Dinata Marsidi disaksikan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Awang Faroek mengatakan, kerjasama RSJPDHK dengan RSUD AWS berjalan dengan baik dan sekarang RSUD AWS Samarinda sudah mampu dan bisa melaksanakan sendiri pelayanan operasi jantung tanpa didampingi oleh RSJPDHK.

"Apresiasi kami kepada Direktur Utama RSJPDHK yang telah bekerjasama dengan Pemprov Kaltim dalam upaya peningkatan SDM dokter khusus untuk operasi jantung," kata Awang Faroek Ishak usai penandatangan nota evaluasi rumah sakit jejaring RSJPDHK dengan RSUD AWS Samarinda di ruang kerja Gubernur Kaltim, Senin (24/07/2017) sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman kaltimprov.go.id, Selasa (25/07/2017).

Gubernur mengatakan, Pemprov Kaltim berkomitmen akan terus berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kaltim, tidak hanya pelayanan jantung, tetapi semua bidang layanan lainnya demi memberikan pelayanan kelas dunia di Kaltim. Artinya pelayanan kesehatan yang diberikan tidak kalah dengan rumah sakit di Singapura maupun negara ASEAN lainnya.

"Minimal pelayanan kesehatan yang kita berikan bisa lebih baik dengan rumah sakit-rumah sakit di ASEAN. Itulah tujuan kita," kata Awang Faroek.

Sementara Direktur Utama RSJPDHK, Hananto Andriantoro mengatakan, setelah dilakukan pembinaan selama 2,5 tahun, kini saatnya RSUD AWS secara mandiri melaksanakan operasi jantung dengan severity-1 dan II, dan mortalitasnya 3 persen itu sudah cukup bagus.

Karena menurutnya, di level internasional itu hanya 1 dan 2 persen. Sementera severity-III belum bisa dilakukan karena sangat rumit dan komplikasi. Walaupun demikian ke depan RSUD AWS juga bisa melakukan operasi jantung dengan severity-III.

"Atas dasar penilaian evaluasi tersebut kita sudah menganggap sumber daya manusia (SDM) dokter bedah cardiac anastesi, perfusionis, tim intensive curative unit (ICU) RSUD AWS sudah mampu memberikan pelayanan yang baik dalam penanganan operasi jantung," kata Hananto Andriantoro.

Di tempat yang sama Direktur RSUD AWS Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pihaknya sangat bersyukur, karena RSJPDHK  sudah memberikan kepercayaan kepada RSUD AWS untuk melaksanakan sendiri pelayanan operasi jantung. Dia berjanji peningkatan SDM akan terus dilakukan, sehingga pelayanan penyakit jantung yang sekarang 150 orang dalam daftar tunggu bisa diselesaikan.

"Alhamdulillah, RSUD AWS sudah diberikan kepercayaan untuk penanganan penyakit jantung. Kami akan terus tingkatkan SDM khususnya dokter spesialis jantung, sehingga pelayanan penyakit jantung yang sekarang ini jumlahnya mencapai 150 dalam daftar tunggu secepatnya bisa ditangani dengan baik," kata Rachim Dinata.(mar/sul/humasprov/bnc)