Kasih Sayang Lebih Efektif Disiplinkan Anak

 

TANJUNG REDEB – Banyaknya kasus penganiayaan terhadap anak, membuat sebagian pihak menjadi miris, khususnya Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau. Sebenarnya, cara mendisplinkan anak tidak perlu dengan menggunakan kekerasan. Kekerasan verbal misalnya berupa bentakan, sindiran, dan kekerasan fisik seperti mencubit, memukul, dan menjewer, dan sebagainya.

“Dengan kekerasan ataupun dengan membentak anak itu bukan cara yang tepat untuk mendisiplinkan anak, cara mendisiplinkan pribadi anak pun harus kita lihat dari usianya juga, dan memiliki beberapa cara. Pertama, harus ada aturan, dan kesepakatan antara orang tua dan anak, dan juga perlu adanya konsekuensi. Konsekuensi yang dimaksud bukan berarti hukuman, namun akibat yang tidak menyenangkan bagi anak apabila mereka tidak mengikuti aturan yang ada,” ucap Psikolog P2TP2A Etna Anjani Trunoyudho, ketika ditemui beraunews.com, Sabtu (15/07/2017).

Contoh kecil dari cara yang sederhana seperti saat anak usia dini yang sering menghamburkan mainan, cara mendisiplinkannya, seperti yang diungkapkan Etna, perlu adanya kesepakatan bersama mengenai aturan dan penjelasan alasan aturan dibuat. semisal setelah bermain, mainan yang dimainkan harus segera dirapikan, maka sebagai orang tua harus menjelaskan, jika tidak dirapikan maka mainannya akan rusak jika terinjak seseorang ataupun akan hilang bila dibiarkan begitu saja nantinya.

Konsekuensi yang dapat dilakukan antara lain menyita atau memberikan larangan tidak boleh main dalam waktu tertentu. Jelas anak akan berfikir efek kapok ke depannya, dan tentu secara otomatis anak akan dengan spontan merapikan mainannya karena takut mainannya nanti akan disita atau malah dilarang bermain.

“Ketika anak kita berikan aturan dan penjelasan, pasti anak dengan sukarela berpikir dan patuh akan aturan yang ada, karena adanya alasan yang jelas diberikan orang tuanya tadi,” tambah Etna.

BACA JUGA: Penganiayaan Anak Bukan Cara yang Baik untuk Memberikan Efek Jera

Kunci terpenting adalah dengan memberikan pujian ketika anak mampu menjalankan aturan yang disepakati. Pujian sangat efektif dalam memunculkan perilaku yang diharapkan orangtua pada anak. Sampai sini pun kita bisa tahu cara mendidik seorang anak degan memberikan efek jera, tanpa harus melakukan kekerasan ataupun penganiayaan.

Lalu, apakah efek yang akan dialami seorang anak yang secara terus-menerus menerima penganiayaan dari orang tuanya? Erna mengatakan, hal tersebut akan berdampak pada psikologis anak itu sendiri.

“Pertama, anak akan terus-terusan merasa takut dan yang kedua anak akan selalu berbohong, karena takut akan dimarahin atau diberikan hukuman. Efek jangka panjang secara tidak sadar ketika anak telah berkeluarga nantinya akan menerapkan pola disiplin yang dialaminya sewaktu kecil, sehingga rantai kekerasan dalam pendisiplinan tetap berlanjut," tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia

Share