Unggah Foto SPBU Layani Pengisian Jeriken, Netizen Protes

TANJUNG REDEB – Seorang netizen pengguna media sosial facebook dengan nama akun Mikael Sengiang, memposting sebuah foto kegiatan pengisian bahan bakar di salah satu SPBU di Kecamatan Sambaliung.

Dalam postingannya, netizen tersebut juga menyertakan keterangan foto yang bernadakan protes terhadap kebijakan yang diterapkan terkait pengisian bahan bakar di SPBU.

“Kami di kampung bawa 5 jeriken untuk kebutuhan sehari-hari malah ditangkap. Ini yang nyata-nyata pakai jeriken di POM Sambaliung malah seenaknya,” tulisnya, yang kemudian diposting di salah satu grup lapak jual beli Berau, pada Minggu (04/06/2017).

Postingan netizen tersebut kemudian ramai ditanggapi netizen lain dan bahkan menjadi topik pembahasan netizen lain yang bertempat tinggal di Berau.

Seperti komentar yang dilayangkan akun milik Maya Sari Sofiana. “Suami saya pernah mengisi bensin di sana sudah mengantre tapi malah yang didulukan yang bawa jeriken, menyerobot pula orangnya,” keluhnya.

“Hahaha mau gimana lagi, padahal ada peraturan roda 2 maksimal 5 liter per hari dan roda 4 maksimal 25 liter per hari,” tulis akun Bunda Nya Marvhell.

“Polres Berau tolong pak. Masyarakat hilang haknya karena pengantre-pengantre di SPBU Sambaliung,” tulis akun Hendra Nugraha.

“Mengadu kemana jika terjadi pelanggaran seperti itu. Belum tahu juga di mana pengaduannya yang ditanggapi,” tulis akun Heri N Rina.

“Setahu saya, Pertamax dan Pertalite memang bebas bro pakai jeriken atau drum juga tidak apa-apa, tapi kalau Premium tidak boleh, karena masih subsidi. Tolong koreksi jika keliru,” tulis akun Aris Bugis Siengkang.

“Itu Premium, bukan Pertamax. Karena saya juga lagi antri untuk isi bensin mobil,” tulis netizen tersebut membalas komentar netizen lain.

“Setiap orang yang melakukan penyimpanan BBM secara ilegal atau tanpa izin usaha penyimpanan, dapat dipidana penjara kurungan 3 tahun dan denda 30 miliar. Setiap yang melakukan pengangkutan BBM secara ilegal atau tanpa izin usaha pengangkutan, dapat dipidana penjara 4 tahun dan denda 40 miliar. Premium itu bbm di subsidi. Hal ini sangat merugikan yang lain, yang memang sangat membutuhkan,” tulis akun Riezki Jumadi Can.

“Maaf bos kalau Premium sudah dicabut subsidinya. Tinggal solar yang masih subsidi, tapi tetap belum bisa pakai jerigen belinya, kecuali yang punya surat izin buat kampung,” tulis akun Fadli Fadli.

“Laporkan saja ke Pertamina bisa dicabut izinnya jika memang ada temuan indikasi kecurangan,” tulis akun Martin Pongsonggo.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia