Waspada!!! Eksibisionis Hantui Perempuan di Tempat Umum

TANJUNG REDEB – Seorang netizen perempuan pengguna media sosial facebook, berbagi cerita pengalaman mengkhawatirkan yang dialaminya di salah satu grup lapak jual beli Berau, beberapa waktu lalu.

Dalam postingannya, akun bernama Mutia Rani, tersebut mengungkapkan kejadian yang ia alami saat hendak bertolak ke Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung.

Dalam perjalanan pulang, diakuinya dirinya mendapati seorang laki-laki bertingkah laku aneh di depan dirinya, sehingga menimbulkan rasa takut dan khawatir.

"Sekadar info dan kepedulian sesama wanita. Tolong berhati-hati kalau melewati gunung kilo 2. Ada orang stres di sana yang tidak segan-segan berbuat tidak senonoh. Terjadi sore tadi jam 4. Saya hendak pulang ke wilayah Bangun melalui jalan kilo 2 karena saya pikir lebih cepat. Jalan di sana memang sunyi jarang kendaraan lewat. Maka rawan sekali untuk orang awam seperti kita. Saya bertemu laki-laki berusia sekitar 28-30 tahun yang berpapasan motor dengan saya. Dengan muka santai dan saya masih berpikir positif saja. Laki-laki tersebut mendahului saya, tiba-tiba dia berhenti di depan saya dan berdiri di pinggir jalan dengan celana di bawah lutut dengan kemaluan tanpa tertutup. Tolong kepada perempuan saya harap jangan melewati jalan itu lagi. Sangat berbahaya, dia bisa saja memperkosa. Dengan gemetar saya langsung tancap gas dengan membawa anak saya yang masih berusia 2 tahun. Ciri-ciri orangnya naik motor beat hijau, helm hijau dan mengenakan jaket kuning coklat. Tolong di share kepada teman-teman sebelum ada korban," tulisnya.

Postingan tersebut kemudian menjadi viral di grup tersebut. Tidak hanya dibagikan berpuluh kali, namun komentar netizen lain pun membanjiri postingan tersebut.

"Itu kelainan bun. Biasanya dia kalau sudah memperlihatkan kemaluannya sudah puas," tulis akun Mbak Sri Qoet.

"Lapor polisi mbak, biar diintai sama polisi," tulis akun Damianus Jaman menyarankan.

"Memang mbak, kalau di daerah kilo 2 banyak kaya gitu, tidak sore tidak malam pasti ada itu," tulis akun Herman Berau.

"Kalau mau bukti sama perempuan, suruh duluan ceweknya baru ikutin di belakang tanpa sepengetahuan orang itu. Kalau sudah ada bukti bisa sudah di tangkap. Laporkan ke polisi," tulis akun Zelmaibrahim Bunda Chaca.

"Oh hati-hati bisa jadi dia tidak stres, tapi penjahat kelamin. Bukan sampean mbak jadi sasaran tapi anak sampean tujuanya. Kalau mamak-mamak tidak peduli, anaknya kasihan," tulis akun Novi Kurniawan.

"Itu penyakit eksibisionis. Cara mencegahnya mbak jangan takut karena bisa buat si pelaku tambah percaya diri," tulis akun Kiky Setia.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia