Nelayan Berau Tidak Ada yang Menggunakan Cantrang

 

TANJUNG REDEB – Banyak sebagian nelayan yang masih memperoleh keuntungan dengan menggunakan alat tangkap ikan yang pada umumnya dapat merusak ekosistem laut, contoh kecilnya adalah alat tangkap Cantrang.

Tetapi, apakah pengguna cantrang di Kabupaten Berau sendiri dapat kita jumpai? Berikut tanggapan Dinas Perikanan Kabupaten Berau.

“Khusus nelayan di Kabupaten Berau sendiri, penggunaan alat tangkap Cantrang itu tidak ada dijumpai, lebih banyak digunakan nelayan di bagian Jawa Tengah,” ucap Kepala Bidang Penangkapan dan Pelayanan Usaha, Ramli, kepada beraunews.com, Senin (05/06/2017).

Penggunaan cantrang sendiri dilarang, karena dapat menyebabkan bibit-bibit ikan ataupun ikan yang dilindungi dapat ikut terjerat. Selain itu, penarikan jaring cantrang menyebabkan terjadi pengadukan dasar perairan yang dapat menimbulkan dampak yang signifikan di dasar laut itu sendiri.

“Memang dari cara kerja alat tangkapnya itupun merusak, karena semua jenis ikan dapat terjerat dan dapat menimbulkan penurunan sumber daya ikan itu sendiri,” sambungnya.

Bahkan, peraturan menteri pun juga telah menegaskan adanya pelarangan penggunaan cantrang, tetapi itu sendiri seperti dianggap hanya angin lalu saja bagi para nelayan.

Dari fakta yang ada pun, di Kabupaten Berau memang tidak menggunakan alat tangkap cantrang. Tetapi alat tangkap yang sejenis cantrang masih banyak ditemukan, salah satu contoh adalah troll mini.

“Jika kembali lagi dari peraturan menteri yang ada, sebenarnya alat tangkap seperti itupun juga masuk ke dalam golongan cantrang,” imbuhnya.

BACA JUGA : Kenali Cantrang, Alat Tangkap Ikan yang Dilarang

Diungkapkan Ramli, tidak serta merta nelayan yang menggunakan alat tangkap semacam itu dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Sekarang Pemerintah memiliki program yaitu penggantian alat tangkap cantrang, karena jika hanya mengandalkan aturan pelarangan yang ada, banyak masyarakat yang protes dengan adanya pelarangan alat tangkap cantrang tanpa adanya solusi terlebih dahulu,” tegasnya.

Dari data yang diperoleh, kapal nelayan di Kabupaten Berau yang masih menggunakan alat tangkap sejenis cantrang berjumlah sekitar kurang lebih 286 kapal nelayan.

“Ada pengusulan yang kami ajukan ke kementerian pusat, mengenai alat tangkap apa yang memang pantas digunakan untuk pengganti cantrang tadi, dan sekarang pun proses tersebut sedang berjalan. Harapan kami hanya para nelayan di Berau yang masih saja menggunakan alat tangkap yang dilarang atau semacamnya, bisa melakukan usulan alat tangkap pengganti apa yang mereka inginkan, yang tentu saja ramah lingkungan,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia