ASTAGA!!!, Satu Permen Coklat Rp50 Ribu?

 

TANJUNG REDEB – Telitilah saat berbelanja, agar terhindar dari tindak kecurangan, ada baiknya kembali memeriksa struk belanja sebelum meninggalkan tempat berbelanja.

Pasalnya, seorang ibu rumah tangga, Rita, terkejut bukan kepalang saat memeriksa struk belanja miliknya pada Rabu (31/05/2017). Usai berbelanja di salah satu minimarket di sekitar wilayah Tanjung Redeb, dirinya menemukan kejanggalan pada struk belanja tersebut.

Sejumlah barang yang ia beli kemudian diperiksa kembali dan disesuaikan dengan struk belanja. Saat memeriksa struk belanja, ia menemukan harga sebuah permen coklat berbentuk karakter boneka dengan harga yang tidak masuk akal.

“Malam Kamis itu, saya niatnya belanja keperluan anak saya, susu formula, popok dan lain-lain. Kebetulan melihat permen coklat, saya juga membelinya satu buah. Karena sudah terlalu malam, saya tidak sempat mengecek satu per satu barang belanjaan saya. Besoknya baru saya sadar saat melihat struk belanja, harga sebuah permen coklat yang bentuknya kecil itu kok bisa sampai Rp50 ribu?,” ungkapnya kepada beraunews.com, Kamis (01/06/2017).

Karena kaget dan merasa tidak masuk akal, ia pun kembali memastikan harga dengan membeli sebuah permen yang sama di minimarket yang sama. Namun setelah dibayar, harganya hanya sekitar Rp4 ribu.

“Nah, saya yakin kesalahannya pada si kasir. Ini tidak beres. Bagaimana kalau setiap konsumen membeli harganya tidak sesuai? Ini merugikan konsumen. Masa hanya sebuah permen coklat berbentuk boneka harganya segitu mahalnya?,” katanya.

Untuk meluruskan kejadian tersebut dan supaya tidak terjadi kembali pada konsumen lainnya, ia pun menemui langsung manajer minimarket guna mengadukan hal tersebut.

“Maaf mbak. Ini kesalahan pada kasir kami. Salah kode barang, jadi salah harga juga. Lain kali kami akan memastikan tidak ada kesalahan seperti ini lagi, karena memang seharusnya setiap barang seperti permen coklat ini diberi label harga. Kami mohon maaf,” tandas manajer minimarket yang enggan disebutkan namanya tersebut.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia