Viral!!! Bidan Bantu Proses Melahirkan di Speed Boat dari Pulau Maratua

 

TANJUNG REDEB – Sebuah video yang diunggah Kepala Puskesmas Pulau Maratua, Deny Rumapa, pada Rabu (24/05/2017), mendadak viral di media sosial facebook.

Video yang diambil oleh salah seorang pegawai Dinas Sosial tersebut menggambarkan proses melahirkan seorang warga Pulau Maratua yang terpaksa dilakukan di atas speed boat yang sedang mengarungi ombak, saat menyeberang dari Pulau Maratua menunju Tanjung Redeb.

"Tiga jam perjalanan laut dengan speed boat, sang ibu melahirkan. Semangat kawan-kawan pejuang Nakes kepulauan terluar, perbatasan dan sangat terpencil Puskesmas Maratua. Makasih buat Ibu Winarti Win," tulis Deny pada keterangan video berdurasi 2 menit 51 detik tersebut.

Video tersebut kemudian ramai dibagikan dan ditanggapi netizen sesaat setelah diluncurkan ke dunia maya. Banyak yang melontarkan pujian terhadap kegesitan dan perjuangan para bidan yang ikut serta dalam perjalanan di speed tersebut.

Dihubungi beraunews.com, Kamis (25/04/2017) melalui akun facebook miliknya, Deny mengatakan sudah dua kali pihaknya mendapatkan pasien melahirkan di speed boat saat sedang dalam perjalanan. Hal tersebut baginya merupakan tantangan bagi para tenaga kesehatan di pulau terluar seperti Pulau Maratua.

Menurutnya, sangat sulit mempertahankan pasien saat dirujuk ke Tanjung Redeb melalui speed boat selama kurang lebih empat jam perjalanan, terutama saat di malam hari.

"Selama saya bertugas di Pulau Maratua, dua kali sudah yang melahirkan di speed boat. Yang pertama ibu dan anaknya selamat, tapi yang kemarin di video itu ibunya saja yang selamat. Sementara bayinya meninggal sejak dalam perut. Makanya kami rujuk ke RSUD Abdul Rivai, tapi keburu melahirkan di perjalanan. Bidan yang kemarin menolong atas nama Azirta Mahri," jelasnya.

Namun meski begitu, baginya ada kebanggaan tersendiri bagi para tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil maupun pulau terluar, dalam menjalankan tugasnya.

"Terkadang kita tidak lagi memperhitungkan keselamatan nyawa kita sendiri saat bertugas seperti itu, yang kita pikirkan adalah keselamatan pasien dulu. Bagaimana mereka bisa selamat meski melahirkan dalam perjalanan. Dan yang terpenting bagaimana kami bisa secepatnya merujuk pasien ke RSUD untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Staf saya sudah banyak sekali merujuk pasien di malam hari, tetapi subuh baru sampai di Tanjung Redeb," pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia