Jempolmu Harimaumu, Lebih Bijak Menggunakan Sosmed

 

TANJUNG REDEB – Sosial media adalah tempat dimana berjuta-juta lapisan masyarakat mengapresiakan diri, melalui postingan-postingan foto hingga ketikan jari atau bahasa gaulnya disebut status.

Tetapi, apa jadinya bila postingan yang dibuat, kini malah menjadi boomerang bagi diri sendiri? Seperti yang baru-baru saja terjadi pada postingan yang dibuat oleh akun Facebook bernama Amelia, yang mengungkapkan kekecewaannya kepada polisi, yang sedang melakukan razia kendaraan di samping gang rumahnya.

Pada postingannya di salah satu grup yaitu Lapak Jual Beli Berau, ia menuliskan, “Polisi cari uang, masa razia cuma dua orang, sembunyi-sembunyi pula, ada yang disinggahkan, ada yang gak sambil lihat keadaan, aneh”.

Karena ulahnya itulah, ia kini dibanjiri komentar bernada nasehat dari para netizen, seperti salah satu akun Husnia Haruna Rasyid yang menuliskan, “Buat pelajaran untuk lebih bijak dalam sosial media, jangan seenaknya mulut nyerocos seakan-akan paling pintar dan benar,”.

Juga akun dengan username Dapur Billa Berau, yang menulis, “Semoga hal seperti ini tidak lagi dilakukan oleh siapa pun juga. Jadikan kejadian ini, sebuah pembelajaran agar kita selalu bijak dlm bersosmed,”.

Selain itu tak sedikit netizen, yang mengirim bullyan dengan gambar-gambar ataupun kata-kata. Bahkan, komentar bernada sindiran juga dituliskan oleh salah satu netizen yakni, Taida Lusiana Too, yang menuliskan, “zaman sekarang jempolmu Harimaumu”

Tak selang berapa lama, akun dengan username Amelia itu membuat postingan baru di grup yang sama, dimana ia memposting sebelumnya, dalam postingan keduanya, ia meminta maaf dengan para pihak polri.

 

“Saya Amelia Wahid, mengaku telah melakukan salah postingan d FB pada hari Kamis jam 9.30 tanggal 11 Mei terhadap kepolisian dengan kalimat yang tidak pantas. Saya minta maaf sebesar-besarnya ya kepada pihak Polri. Saya tidak mengulangi ya lagi,”.

Ini juga menjadi salah satu pelajaran yang sangat berguna bagi kita semua, untuk terus menjaga sikap dan bijak lagi dalam menggunakan sosial media yang ada. Jangan malah dibuat untuk menyindir ataupun menjelek-jelekkan suatu pihak, apalagi jika pihak yang bersangkutan merupakan badan hukum, maka bisa berakibat fatal bagi diri sendiri.(bnc)

Wartawan: Miko Gusti Nanda/Editor: R. Amelia