Optimalkan BLK, Kurangi Angka Pengangguran

 

SAMARINDA – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Meiliana mengatakan, hingga kini pertumbuhan ekonomi di Kaltim belum menggembirakan, akibat lesunya perekonomian global dan turunnya harga migas serta batubara. Kondisi ini berimbas pada peningkatan jumlah pengangguran dan angka kemiskinan apabila tidak segera dilakukan upaya-upaya pemecahan masalah.

"Salah satu upaya yang dilakukan untuk menekan angka pengangguran adalah melaksanakan job market fair dan pelatihan kerja berbasis kompetensi. Upaya ini bertujuan untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan profesional sehingga daya saing para pencari kerja juga meningkat," kata Meiliana mewakili Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, pada pembukaan pelatihan berbasis kompetensi yang digelar Balai Latihan Kerja (BLK) Samarinda di ruang serbaguna BLK Samarinda, Selasa (09/05/2017), sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Rabu (10/05/2017).  

Meiliana mengatakan, saat ini mencari pekerjaan sangat sulit. Beberapa perusahaan justru melakukan pengurangan karyawan. Sebenarnya peluang berwirausaha terbuka lebar, jika masyarakat lebih jeli memanfaatkan potensi yang tersedia.

"Pada prinsipnya, Pemprov Kaltim  terus mendorong  masyarakat agar lebih inovatif dan  produktif dalam berkarya dan bekerja," ujarnya.

Meiliana berharap kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim dan Disnaker Samarinda dapat segera memetakan kantong-kantong penggangguran di desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten/kota, sehingga mempermudah dalam identifikasi perkembangannya untuk mengetahui apakah seseorang sudah berkerja atau sudah berwirausaha.

Sementara Kepala BLK Samarinda, AM Najib T mengatakan, BLK  Samarinda eksis dalam upaya memberikan pelatihan dan keterampilan kepada pemuda dan pemudi di Kaltim. Pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi ini juga merupakan kegiatan angkatan kedua bagi pencari kerja di Samarinda dan sekitarnya yang diikuti sebanyak 176 peserta.

"Jumlah tersebut masing-masing kejuruan 16 orang meliputi sub kejuruan instalasi penerangan, mekanik junior mobil, mekanik junior sepeda motor, las industri, menjahit, sekretaris, administrasi perkantoran, basic office, tecnical support, teknisi HP dan surveyor," kata A.M Najib.

Selain di Samarinda, lanjutnya  pelatihan lainnya  sudah dilaksanakan Kota Bontang 11 paket, PPU 5 paket dan Balikpapan 1 paket. Secara keseluruhan di Kalimantan terdapat 32 BLK. Pogram BLK Samarinda sendiri  akan melatih 4.906 orang dan untuk 2018 target yang akan dilatih sebanyak 10 ribu orang.    

"Oleh karena itu, kita harapkan para peserta pelatihan bisa menyadari pekerjaan yang diberikan kepada mereka susuai dengan industri dan mau menerima pekerjaan dengan konsekwensinya jauh dari orang tua dan diusahakan nantinya bisa mandiri," kata Najib.

Pembukaan pelatihan kompetensi itu dihadiri, kepala Disnakertrans Kaltim, Fathul Halim, Kajati Samarinda, Kapala Disnaker Samarinda, Kepala Lapas Samarinda, Kepala BNNP,  camat dan lurah Sungai Kunjang serta undangan lainnya.(mar/sul/es/humasprov/bnc)