Mendorong Peternakan Lewat Kontes Ternak Nasional

 

JAKARTA – Dunia peternakan memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dikembangkan dan dieksplorasi. Karena itulah pemerintah berupaya mendorong kemajuan usaha peternakan melalui berbagai program seperti yang disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan kepada Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Salah satu program nasional yang tengah dipersiapkan adalah Kontes Ternak Nasional. Tujuannya antara lain agar urusan hewan ternak digaungkan ke masyarakat dan menjadi lebih dikenal dan dipahami.

“Ini merupakan kewajiban pemerintah untuk mensupport peternak. Kontes ini sekaligus bisa menjadi ajang dialog dan pementasan ternak-ternak unggulan. Tapi juga jangan merusak kegiatan yang sebelumnya sudah ada,” ujar Teten, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi ksp.go.id, Kamis (04/05/2017).

Kata kuncinya adalah pemberdayaan sekaligus membangun silaturahim antar peternak berbagai daerah. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Fini Murfiani mengusulkan agar presiden bisa hadir dalam acara kontes nasional tersebut. Perlu ada sarasehan atau dialog antara para peternak dan pelaku usaha ternak dengan presiden karena hal itu sangat besar manfaatnya.

"Ini bisa menjadi motivasi besar bagi para peternak," katanya.

Eksibisi sudah ada strukturnya, tinggal bagaimana ini menjadi ajang pembelajaran bagi masyarakat yaitu ternak sebagai sumber protein hewan sesuai arahan presiden untuk menjadikan ternak sebagai sumber protein alternatif pengganti sapi.

Acara kontes ternak juga sebagai bentuk apresiasi presiden terhadap pelaku usaha ternak dan peternak, pemda dan asosiasi. Bentuknya bisa berupa Piala Presiden. Rencana pelaksanaan kontes ternak diperkirakan setelah Idul Adha, September 2017.

Acara juga akan melibatkan kelompok atau himpunan mahasiswa pecinta ternak sebagai bagian dari penyelenggara acara agar semakin banyak generasi muda yang mencintai ternak.

 

Turut hadir dalam pertemuan ini Rochadi Tawaf dari Setjend Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, drh RD Wiwiek Bagja, Ketua Dewan Penasehat Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia, Ali Agus sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia dan Yudi Guntara dari Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia.(bnc)