Stok Daging Aman Jelang Ramadan dan Idul Fitri

 

SAMARINDA – Tidak kurang, 16.056 ekor sapi setara 2.530 ton daging disediakan pemerintah dalam menghadapi Ramadan dan Idul Fitri yang jatuh pada Mei dan Juni tahun ini. Ketersediaan itu melebihi dari kebutuhan yang diperkirakan, yakni mencapai 15.657 ekor sapi atau 2.468 ton daging.

Terkait ketersediaan daging sapi itu, diungkapkan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya saat mendampingi Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Pasar Segiri Samarinda, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pemerintah sudah melakukan langkah antisipasi ketersediaan produk peternakan bagi masyarakat, ketika memasuki hari besar keagamaan.

“Memasuki bulan puasa dan Idul Fitri, kami sudah mengantisipasi ketersediaan daging sapi juga produk ternak lainnya,” kata Dadang, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Selasa (02/05/2017).

Selain sapi, juga disediakan kambing sekitar 9.775 ekor (132 ton) atau melebihi kebutuhan yang diperkirakan mencapai 9.395 ekor (127 ton daging kambing). Termasuk ayam, dipersiapkan mencapai 12.830.401 ekor atau setara 13.215 ton yang berarti melebihi kebutuhan yang diperkirakan sebesar 12.566.506 ekor (12.944 ton).

Pemerintah juga menyiapkan daging beku untuk sapi, kambing dan ayam. Masing-masing daging sapi 329.670 kilogram atau 329,7 ton dari kebutuhan 299,7 ton. Sementara daging kambing beku 9.980 kilogram (10 ton) dari kebutuhan sebesar 9.073 kilogram atau 9,1 ton.  Daging ayam beku sebanyak 547.250 kilogram (547,3 ton) sedangkan kebutuhan mencapai 497,5 ton (497,5 kilogram).

“Selain sapi, kambing dan ayam, kita juga menyiapkan telur ayam sebanyak 2.831,88 ton dari kebutuhan sebesar 2.742,42 ton,” sebut Dadang.

Dia menambahkan, untuk sapi masih didatangkan dari Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), Palu dan Jawa Timur (Jatim) mencapai 73,13 persen. Kambing didatangkan dari Jatim, Palu dan Sulsel sekitar 56 persen, sementara ayam ras dari Jatim dan Sulsel hanya 9,20 persen karena lokal mampu memproduksi sebesar 90,80 persen.

“Telur ayam kita datangkan dari Jatim dan Sulsel tapi hanya sekitar 44,50 persen. Sebab, lokal mampu memproduksi sebesar 55,50 persen,” ungkap Dadang.(yans/sul/humasprov/bnc)