Jagung, Komoditas Potensial untuk Diversifikasi Pangan

 

SAMARINDA – Komoditas Pemerintah terus mendorong percepatan program diversifikasi atau penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat. Jagung merupakan salah satu komoditas yang potensial untuk konsumsi pangan masyarakat,  guna mengurangi ketergantungan konsumsi beras dan tepung.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikutura Kaltim H Ibrahim, perlu upaya intensif menyosialisasikan jagung menjadi makanan masyarakat.

“Jagung bukan saja makanan tambahan. Tetapi pengganti beras guna memenuhi kebutuhan karbohidrat,” katanya, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Kamis (27/04/2017).

Dijelaskannya, diversifikasi pangan bukanlah kebijakan pemerintah mengganti langsung atau menghentikan konsumsi masyarakat terhadap beras. Tetapi, secara bertahap diupayakan mengurangi ketergantungan masyarakat untuk selalu mengonsumsi beras agar beralih ke komoditas pangan lainnya seperti jagung.

Apalagi ujarnya, jagung juga memiliki kandungan karbohidrat yang baik untuk tubuh dan juga bisa diolah menjadi berbagai penganan atau olahan makanan untuk dikonsumsi masyarakat. Misalnya, diolah menjadi gula maupun penganan lainnya seperti pudding jagung, jasuke dan susu keju, gerontelo dan nasi goreng bahkan olahan lainnya.

“Komoditas ini selain mengandung karbohidrat yang tidak kalah dengan beras. Juga,  bisa dikonsumsi semua orang dan diolah menjadi berbagai penganan,” ungkap Ibrahim.

Dia menambahkan guna memenuhi kebutuhan jagung Kaltim maka ditarget tahun ini luas tanam 26.148 hektar dengan produksi 117.657 ton.(yans/sul/ri/humasprov/bnc)