Tak Berfungsi, Lampu Landasan Dijahili

 

TANJUNG REDEBApproach Lighting System (ALS) atau lebih dikenal sebagai Lampu Pendaratan Pesawat, adalah sistem pencahayaan yang dipasang di ujung pendekatan landasan pacu bandara, dan terdiri dari serangkaian lightbars, lampu strobo, dan lain- lain. Sayangnya, keberadaan ALS di Bandara Kalimarau  ini diusik oleh warga yang biasanya nongkrong di bantaran Sungai Segah, lantaran kurangnya pemahaman pentingnya fungsi ALS tersebut.

“Alat itu merupakan fungsi pendukung dari sistem penerbangan. Jika keberadaannya diganggu, maka akan mengurangi kepercayaan diri pilot ketika hendak mendarat pada malam hari,” ucap Kepala Bandara Kalimarau, Bambang Hartato, kepada beraunews.com, Selasa (24/04/2017).

Mengenai fungsi secara keseluruhan, Bambang juga menjelaskan, apabila ALS tersebut kurang berfungsi, atau malah tidak berfungsi, memang tidak menjadi halangan bagi aktivitas penerbangan. Akan tetapi, jangan sampai masyarakat merubah tata letak dan mengambil apapun dari alat tersebut.

Ke depannya, pihak bandara  akan membuat aturan terkait dengan zona berbahaya di ujung landasan yang berada di Jalan Marsma Iswahyudi tersebut, pasalnya banyak pedagang yang tidak menghiraukan keselamatan penerbangan.

”Nanti kami juga akan membuat plang untuk pedagang supaya berjualan tidak pada zona berbahaya. Kami tidak melarang mereka untuk berjualan, tapi kan gak keren kalau nongkrong di situ tiba-tiba disruduk pesawat,”  ucapnya.

Lalu, kenapa keberadaan ALS ini jauh di luar kawasan bandara? Bambang menjelaskan jika itu sudah melalui serangkaian alasan dan pertimbangan sehingga harus diletakkan di situ.

“Yang lebih tahu dan paham tentang tata letak pastinya adalah teknisi,” tutupnya.(bnc)

Wartawan: Rama Sihotang/Editor: R. Amelia