Ambruk Saat Ditinggal Nonton, Rumah Warga Ini Nyaris Tak Berbentuk

 

TABALAR – Malang nian nasib seorang warga Muara Radak, Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar. Rumah satu-satunya, yang menjadi tempat berteduh selama beberapa tahun belakangan, nyaris tak berbentuk setelah ambruk dan rata dengan tanah.

Penghuni rumah bernama Anwar, pria berusia 50 tahun yang hidup seorang diri tersebut, kaget bukan kepalang. Sebab beberapa jam sebelum ambruk, ia masih sempat melakukan aktivitas seperti biasanya di rumah tersebut.

Tepatnya sekitar Seni (10/04/2017) pukul 21.30 Wita, setelah rumah ambruk hanya menyisakan pemandangan memilukan. Rumah yang berusia cukup tua tersebut, ambruk ketika ditinggal pergi oleh penghuninya yang sedang asik menonton televisi di rumah salah seorang warga di RT sebelah.

Kejadian tak disangka itu, membuat Anwar tak lagi punya tempat berteduh seperti hari-hari biasanya. Bahkan beberapa barang yang ia miliki, harus diikhlaskannya tertimpa atap rumah yang ambruk. Namun ia bersyukur kejadian tersebut tidak terjadi saat dirinya berada di dalam rumah.

Melihat yang terjadi pada warga tersebut, beberapa warga lain berupaya menolong, dengan memberikan tempat tinggal sementara padanya. Begitu juga dengan yang dilakukan Anggota Badan Permusyawaratan Kampung (B7PK), Andri Saprianto.

Rasa iba yang dirasakannya, menuntun dirinya dan beberapa warga lain untuk mencarikan solusi atas apa yang menimpa warga yang termasuk dalam kategori kurang mampu tersebut.

“Kami juga sangat kaget dan tidak menyangka rumahnya bisa sampai ambruk begitu. Mungkin memang karena sudah kurang layak juga ditempati, ditambah dengan sedikit goyangan dari angin, akhirnya ambruk. Waktu kejadian, Ketua RT setempat juga sibuk mencari penghuni, dipikir masih ada di dalam rumah,” kisahnya kepada beraunews.com, pada Kamis (13/04/2017).

Hingga saat ini, penghuni rumah yang telah ambruk tersebut masih menumpang di rumah tetangga yang bersedia. Untuk itu, sebagai anggota BPK sekaligus warga setempat, ia merasa memiliki kewajiban untuk saling membantu warga lain yang sedang kesulitan.

Ia juga berharap, bantuan tidak hanya diberikan oleh warga setempat, namun pihak Pemkab melalui instansi terkait yakni Dinas Sosial juga diharapkan dapat mengulurkan tangan untuk membantu warga tersebut.

“Tentunya ini menjadi kewajiban kita untuk membantu jika ada saudara kita yang sedang dalam masa kesulitan. Tapi kami juga sangat berharap bantuan bukan hanya datang dari kami di kampung, tapi juga Dinsos bisa lebih memperhatikan ini. Semoga dengan informasi yang disalurkan melalui media ini, bisa terbantukan saudara kita ini,” pungkasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia