2018, Seluruh Kecamatan Miliki Puskesmas 24 Jam

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Dr H  Awang Faroek Ishak menargetkan pada 2018 mendatang seluruh kecamatan  di Kaltim sudah memiliki layanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)  24 jam. Langkah ini merupakan salah satu perhatian pemerintah dalam  memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh lapisan masyarakat.

"Oleh karena itu, kita targetkan akhir  tahun 2018 mendatang seluruh kecamatan di Kaltim harus sudah memiliki  Puskesmas 24 jam,'' tegas Awang Faroek Ishak saat membuka Rapat Kerja Kesehatan Daerah Kaltim 2017 di Lamin Etam, Senin (10/04/2017) kemarin, sebagaimana dikutip beraunews.com dari laman resmi kaltimprov.go.id, Rabu (12/04/2017).

Pemprov Kaltim, lanjut Awang Faroek terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Upaya itu dilakukan sesuai dengan visi misi yang telah disusun. Salah satunya melalui peningkatan pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit.

Upaya ini akan dicapai dengan kerja keras seluruh pemangku kepentingan baik di provinsi maupun di kabupaten/kota. Upaya dilakukan dalam bentuk program peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan dengan mengembangkan puskesmas menjadi puskesmas 24 jam terutama yang berada di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan hingga dapat menangani kasus-kasus sederhana dan menampung sementara kasus-kasus yang perlu mendapat pertolongan sebelum dapat dikirim ke rumah sakit.

"Berkaitan dengan hal tersebut maka Pemprov Kaltim  telah melakukan revitalisasi pelayanan puskesmas dengan mengembalikan fungsi awal keberadaannya sebagai puskesmas yang selalu siap melayani 24 jam," ujarnya.

Dikatakan, sampai dengan  tahun 2016, telah terbentuk puskesmas 24 jam sebanyak 110 buah yang tersebar di kabupaten/kota. Hingga saat ini masih ada 22 kecamatan yang belum memiliki puskesmas 24 jam.  Pada akhir tahun 2018 ditargetkan seluruh kecamatan telah memiliki puskesmas 24 jam.

"Untuk menjamin mutu pelayanan kesehatan maka seluruh puskesmas harus sudah terakreditasi pada tahun 2018. Sampai dengan  sekarang sudah terdapat sebanyak 48 puskesmas yang terakreditasi dari 180 puskesmas yang ada," kata Awang Faroek.

Ditambahkan, untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan khususnya karena masalah geografis di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan maka Pemprov Kaltim  juga mengupayakan dibangunnya Rumah Sakit Pratama.

"Sampai tahun 2016 lalu sudah dibangun 5 RS Pratama yaitu di Talisayan (Berau), Sangkulirang (Kutim), Batu Engau (Paser), Linggang Bigung (Kubar) dan Long Bagun (Mahakam Ulu). Adapun yang sudah beroperasi sebanyak 3 RS Pratama yaitu Talisayan, Sangkulirang dan Batu Engau," jelas Awang Faroek.(mar/sul/es/humasprov/bnc)