Hilang Kendali, Drone Milik Dua Remaja Timpa Bocah

TANJUNG REDEB – Sebuah drone yang hilang kendali saat dimainkan pemiliknya, menimpa seorang bocah perempuan usia 7 tahun, saat sedang asik bersantai bersama orang tuanya di Tepian Teratai, Jalan Pulau Derawan, Tanjung Redeb, beberapa waktu lalu.

Akibatnya, jari kanan anak tersebut terpaksa harus dilakukan tindakan medis dengan beberapa jahitan. Kejadian tak disangka tersebut, kemudian diunggah oleh orang tua korban ke salah satu grup di media sosial facebook yakni ‘lapak jual beli Berau’ melalui akun miliknya bernama Asiana Tri Afrika.

Dalam postingan tersebut ia menceritakan kronologis singkat kecelakaan yang menimpa anaknya.

“Waspada. Kejadian tadi sore di Tepian Teratai, depan pelabuhan ketinting ada 2 orang remaja sedang bermain drone di tengah kondisi tepian yang ramai. Baru saja drone dinyalakan, drone hilang kendali dan nahasnya kena ke anak perempuan saya berusia 7 tahun. Terkena bagian tangan, terpaksa dicabut dan jahit jari bagian tengah dan lecet-lecet bagian tangan dan kaki. Tanpa ada permohonan maaf langsung kabur mereka,” tulisnya.

Menanggapi kejadian yang menimpa anak tersebut, salah satu anggota dari Berau Drone Community (BDC), Syafrudin, menyatakan kedua pelaku yang memainkan drone hingga mengenai anak tersebut bukan anggota BDC. Sebab, kedua pemilik drone tersebut belum terdaftar di BDC, sehingga ia pun menepis kabar yang sempat menyudutkan BDC sebagai salah satu komunitas pemain drone di Berau.

“Bukan anggota kami, sudah dikonfirmasi,” katanya saat dihubungi beraunews.com, Senin (10/04/2017).

Bahkan, ia mengaku pihaknya turut membantu untuk mempertemukan antara pelaku dengan pihak keluarga korban untuk meminta maaf atas kejadian tersebut.

“Kami yang justru fasilitasi pelaku untuk ketemu orang tua korban dan akhirnya sudah berdamai,” ucapnya.

Demi keamanan bermain drone, ia pun menjelaskan saat ini komunitasnya tidak pernah melakukan aksi bermain drone di tempat sembarangan. Juga bagi anggota pemula, pihaknya selalu memberikan pengarahan dan pengawasan yang cukup ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kalau bermain selalu di lapangan terbuka, yang tidak banyak orang. Kami mengimbau kepada seluruh pemilik drone baik yang profesional maupun untuk yang hanya mainan, untuk bergabung di komunitas yang sudah jelas. Sebab nanti pasti akan diarahkan tata cara menerbangkan drone dengan aman,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia