Permohonan Paspor Masyarakat Berau Meningkat

 

TANJUNG REDEB – Penerbitan paspor oleh Kantor Imigrasi Berau, mengalami peningkatan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Imigrasi, Erwin Hariyadi, kepada beraunews.com, Senin (27/03/2017).

Menurutnya, dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, permohonan dan penerbitan paspor untuk masyarakat Berau memang mengalami peningkatan cukup signifikan, khususnya per Maret 2017.

“Kalau meningkat, iya memang benar. Ini bisa kita lihat dari banyaknya masyarakat mengajukan permohonan pembuatan paspor kepada kami,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ada beberapa faktor meningkatnya permohonan dan penerbitan paspor tersebut. Diantaranya karena musim haji dan umrah serta maraknya masyarakat yang ingin berlibur ke luar negeri, baik Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan negara-negara lainnya.

“Kalau paling banyak memang karena untuk keperluan haji serta umrah. Liburan ke luar negeri atau kunjungan kepada kerabat juga ada, tapi tidak begitu mendominasi, hanya ada beberapa saja,” ungkapnya.

Membenarkan yang diungkapkan Erwin, Kepala Sub Seksi, Jonardi Fernando Pasaribu, juga menyertakan data penerbitan paspor selama tahun 2016 hingga tahun 2017.

Dari data yang diterima sebagai perbandingan peningkatan penerbitan paspor, pada tahun 2016, jumlah pemohon paspor baru pada bulan Januari hingga Februari sekitar 258 orang. Sementara jumlah pemohon penggantian paspor yang habis masa berlakunya yakni sekitar 86 orang. Jumlah penggantian paspor hilang yang masih berlaku yakni 3 orang. Dan penggantian paspor lain lain sekitar 3 orang. Sehingga total pemohon paspor pada dua bulan tersebut yakni sekitar 350 orang.

Sementara itu, pemohon paspor pada bulan Januari dan Februari pada 2017, mencapai 415 orang, yang terdiri dari 291 pemohon paspor baru, 117 orang penggantian paspor yang habis mas aberlakunya, 4 orang yang melakukan penggantian akibat kehilangan paspor namun masih berlaku yakni sekitar 4 orang, serta penggantian paspor lain-lain sekitar 3 orang.

Dengan meningkatnya permohonan penerbitan paspor tersebut, diakuinya pihaknya akan semakin selektif dan tidak asal menerbitkan paspor. Seperti bagi pemohon paspor untuk haji atau umrah, harus menyertakan rekomendasi dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) maupun travel haji bersangkutan yang mengurus perjalanan haji tersebut.

“Kami tidak ingin paspor yang diterbitkan justru disalahgunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan pemilik paspor sendiri. Maka itu kami sangat hati-hati menerbitkan paspor ini, sebab kami tidak mau ini sampai disalahgunakan,” tandasnya.(bnc)

Wartawan: Marta/Editor: R. Amelia